Serangan di Karak tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai 34 lainnya.

Penembakan Gereja Karak: Raja Yordania Janji Hukum Berat Para Pelaku

Reporter : Robby
Raja Abdullah II. (Reuters)

Amman, sanubari.co.id – Raja Abdullah II berjanji akan menghukum berat para pelaku penembakan di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak, Yordania selatan. Serangan yang terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, itu menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Melalui unggahan di X, Raja Abdullah menyebut para pelaku tidak berperikemanusiaan dan memastikan mereka akan dibalas dengan keras. Beberapa jam setelah kejadian, ia mendatangi Karak dan memperingatkan bahwa upaya memecah belah persatuan nasional pasti akan gagal.

Baca juga: Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Aparat keamanan berjaga di depan gereja di Karak. (Xinhua)

Menteri Dalam Negeri Mazen Al-Faraya mengatakan serangan tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai 34 lainnya. Ia menyebutnya sebagai serangan yang jarang terjadi terhadap umat Kristen di negara dengan penduduk mayoritas Muslim Sunni.

Menurut Al-Faraya, aparat keamanan telah mengidentifikasi para pelaku. Identitas mereka belum diumumkan karena penyelidikan dan pengejaran masih berlangsung.

Bagian dalam gereja mengalami kerusakan. (AP)

Murad Batal al-Shishani, pendiri lembaga analisis kekerasan politik Rimarcs, menilai serangan terhadap warga sipil saat ibadah memiliki ciri khas kelompok Salafi-jihadis, terutama ISIS. Menurutnya, tujuan serangan semacam itu adalah menebar ketakutan dan mengikis kepercayaan publik terhadap aparat.

Baca juga: Pemilihan Sekjen PBB 2026: Peluang dan Tantangan Rebeca Grynspan

Pakar kontraterorisme sekaligus dekan Fakultas Ilmu Sosial, Waleed al-Oweimer, melihat tanda-tanda perencanaan yang matang. "Ini bukan tindakan individu yang dilakukan sebagai reaksi atas sesuatu," katanya.

Ia menilai serangan ini menunjukkan bahwa sel ekstremis yang mampu bergerak di dalam Yordania mungkin masih ada, meski aparat telah meningkatkan penindakan. Ia juga menduga serangan ini bisa menjadi pesan kepada negara terkait sikap Yordania dalam konflik regional.

Sebuah rekaman CCTV, yang telah diverifikasi oleh BBC, menunjukkan tiga pria bersenjata berjalan menuju gereja. Dua dari penyerang terlihat berjalan menuju apa yang tampak seperti pintu masuk kendaraan ke halaman gereja, sebelum mundur sebentar dan kembali dengan orang ketiga. Ketiganya tampak bersenjata pistol.

Para saksi mata menyebut kepanikan terjadi di dalam gereja ketika orang-orang ke bawah bangku gereja untuk mencari perlindungan sembari menjauh dari jendela. Doa dan teriakan terdengar di seluruh gedung saat beberapa orang mencoba melarikan diri.

Baca juga: Referendum Alberta 2026: Mayoritas Warga Pilih Tetap Bersama Kanada

Rekaman lain yang diyakini berasal dari kejadian setelah serangan tersebut tampaknya menunjukkan beberapa mayat dan tubuh yang terluka tergeletak di tanah di tengah adegan kacau.

Aparat keamanan dan warga berkumpul di depan gereja usai penembakan. (Getty Images)

Karak bukan kali pertama menjadi sasaran serangan bersenjata. Pada Desember 2016, penembakan di kastil Karak menewaskan 10 orang, termasuk seorang turis Kanada.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru