Dengan ragam pilihan yang tersedia, petani tidak lagi harus khawatir salah pilih benih.

Kementan: Indonesia Punya Banyak Varietas Padi Unggul Hasil Kolaborasi dengan BRIN

Reporter : Robby
Petani menunjukkan padi hasil panen di Kayong Utara, Kalimantan Barat. (ANTARA)

Jakarta, sanubari.co.id — Menghadapi tantangan geografis dan dinamika perubahan iklim di berbagai daerah, petani di Indonesia kini memiliki angin segar dalam mengelola lahan pertanian mereka. Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki beragam varietas padi unggul hasil buah karya riset yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Badan Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP) Kementan Amin Nur mengatakan salah satu inovasi yang berhasil dilakukan dalam pertanian yakni varietas unggul padi, yang hampir 90% sudah diadopsi oleh masyarakat.

Baca juga: Survei Seismik Kalimantan Selesai, SKK Migas Bidik Potensi Gas 10 TCF

"Salah satu inovasi yang tersedia saat ini untuk padi, itu kita memiliki varietas unggul padi, dimana varietas ini hampir 90% itu sudah diadopsi oleh seluruh masyarakat di Indonesia," kata Amin dalam World Food Day CNBC Indonesia, pada 30 Oktober 2026.

Dengan ragam pilihan yang tersedia, petani tidak lagi harus khawatir salah pilih benih, karena mereka dapat leluasa menyesuaikan jenis bibit dengan karakteristik lahan yang dimiliki di wilayah masing-masing.

Selama ini, perbedaan kondisi tanah—mulai dari lahan kering yang minim air, wilayah rawa yang basah, tanah gambut, hingga area pertanian dengan tingkat keasaman atau keracunan besi tinggi— memang kerap menjadi kendala yang mengganggu produktivitas panen. Namun, berkat kerja keras para periset dan ilmuwan nasional, batasan-batasan alam tersebut perlahan berhasil diatasi melalui inovasi pemuliaan tanaman yang mutakhir.

Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa kolaborasi intensif dengan BRIN terus ditingkatkan demi menghadirkan inovasi benih yang adaptif terhadap berbagai lingkungan ekstrem.

Baca juga: Mafia Pangan Berulah: Beras Subsidi SPHP Dioplos dan Dijual Harga Premium

"Kita perlu terus memperkuat kerja sama dengan BRIN untuk menghasilkan dan mengembangkan varietas-varietas unggul baru yang tangguh di berbagai medan, sehingga petani tidak lagi kesulitan mencari benih yang pas," ujar perwakilan dari Kementan dalam sebuah forum dialog pangan nasional.

Ia menambahkan, kehadiran varietas adaptif dirancang secara spesifik agar petani bisa lebih mandiri, efisien, dan cerdas dalam menentukan langkah bercocok tanam dari hulu ke hilir. 

Pendekatan sains dan teknologi juga didorong agar produktivitas padi nasional tetap melimpah meskipun berada di tengah situasi cuaca ekstrem yang sulit ditebak.

Baca juga: BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG yang Tak Laporkan Dana Harian

"Melalui berbagai varietas unggul yang kita miliki saat ini, petani diberi keleluasaan penuh untuk memilih benih yang paling cocok dengan kondisi lahan mereka. Mau tanam di lahan kering, dataran tinggi, maupun area rawa, semuanya sudah disiapkan varian pilihannya," tambahnya menegaskan.

Langkah strategis ini tentu disambut hangat oleh para pelaku sektor pertanian di berbagai daerah. Keberadaan benih unggul baru yang tidak hanya produktif, tetapi juga tahan terhadap serangan hama, penyakit, serta cekaman lingkungan, diyakini mampu menekan risiko kegagalan panen sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani. 

Pemerintah berharap, sinergi berkelanjutan antara lembaga riset dan kementerian teknis dapat memperkokoh fondasi kedaulatan pangan nasional demi masa depan pertanian yang lebih mandiri dan tangguh.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru