Manchester, sanubari.co.id — Komisi independen Premier League mengeluarkan putusan terkait kasus dugaan pelanggaran regulasi keuangan yang menjerat Manchester City. Berdasarkan laporan komisi tersebut, klub berjuluk The Citizens itu dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan yang diajukan oleh pihak pengelola Liga Inggris sejak Februari 2023.
Keputusan tersebut menjadi vonis pelanggaran aturan keuangan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Kasus ini mencakup rentang waktu sembilan musim, mulai dari periode 2009/2010 hingga 2017/2018, serta dugaan ketidakpatuhan klub dalam membantu proses investigasi hingga awal tahun 2023.
Rincian dari 114 dakwaan yang terbukti meliputi 54 pelanggaran terkait kegagalan menyediakan informasi keuangan yang akurat dan terpercaya, serta 14 pelanggaran terkait laporan kompensasi manajer dan pemain yang tidak transparan—termasuk laporan kontrak mantan manajer Roberto Mancini.
Selain itu, terdapat tujuh pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (Profitability and Sustainability Rules/PSR), lima pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA, dan 35 dakwaan atas sikap tidak kooperatif selama investigasi berlangsung.
Komisi independen hanya membatalkan satu dakwaan yang dinilai tidak memiliki bukti cukup.
Menanggapi keputusan tersebut, pihak Manchester City menegaskan bahwa proses hukum belum sepenuhnya usai dan tetap menjaga kerahasiaan sesuai aturan kompetisi.
"Proses Premier League masih berlangsung, dengan elemen-elemen penting yang masih harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat," ujar juru bicara resmi Manchester City dalam pernyataan tertulisnya.
"Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023," lanjutnya.
Pihak klub juga kembali menekankan komitmen mereka terhadap transparansi dan keadilan proses hukum.
"Klub telah dengan cermat menghormati proses hukum ini selama delapan tahun atas dasar bahwa Dewan dan Eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, bebas dari pengaruh partisan," tambah juru bicara tersebut.
Sementara itu, pihak Premier League memilih untuk tidak memberikan komentar publik atas keluarnya vonis tahap awal ini.
Meski vonis bersalah (liability phase) telah ditetapkan, komisi independen belum merilis bentuk sanksi atau hukuman (penalty phase) yang akan dijatuhkan.
Regulasi Premier League memberikan wewenang bagi komisi untuk menetapkan denda finansial berskala besar, pengurangan poin signifikan hingga puluhan poin, hingga ancaman diskualifikasi dari kompetisi.
Manchester City diperkirakan akan segera mengajukan banding resmi dalam tenggat 14 hari, yang akan membawa kasus ini ke panel komisi banding baru sebelum keputusan akhir yang berkekuatan hukum tetap diberlakukan.
Editor : Robby