Jakarta, sanubari.co.id - Sutradara kawakan Rizal Mantovani kembali menghadirkan karya terbaru di kancah perfilman nasional lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini merupakan sekuel Kuasa Gelap (2024) yang di luar dugaan sukses menjadi blockbuster.
Dalam press screening di IMAX Gandaria City Mall pada 28 September 2026, Rizal mengakui film ini memberinya tantangan tersendiri.
Baca juga: Film “Munafik: Melawan Iblis” Sajikan Teror, Drama, dan Keihlasan
Sekuel ini dituntut tidak hanya menyamai, tetapi melampaui film pendahulunya. Selain itu, ia juga harus memperdalam dan mengembangkan karakter-karakternya.
"Tantangannya besar, maka proses pembuatannya juga panjang. Saya dan tim harus berdiskusi dengan banyak pihak untuk memastikannya," kata Rizal.
Pernyataan Rizal dibenarkan oleh Robert Ronny, produser sekaligus co-writer film ini. Ia ingin menyajikan film yang lebih berkualitas dalam segala hal.
"Harus step up. Dengan skala produksi yang lebih besar, Paragon Pictures bekerja sama dengan Ideosource Entertainment, Legacy Pictures, SRN, Virtuelines, Wow Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway," jelasnya.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mengisahkan pelayanan dua romo eksorsis, yaitu Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia).
Mereka diutus untuk menolong Daniel (Venly Arauna), putra pasangan Halim (Ferry Salim) dan Linda (Febi Febiola) yang diganggu iblis Bizeroth. Dalam prosesnya, mereka dibantu oleh Suster Aloysia (Lydia Kandou).
Lukman Sardi dan Venly Arauna mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar film ini adalah penggunaan banyak bahasa Latin.
Agar pelafalan akurat, para pemeran menjalani workshop bahasa Latin selama tiga bulan. Mereka dipantau langsung oleh Romo Rocky Wowor selaku pastor pendamping.
Baca juga: Kemanusiaan di Tengah Konflik, Film "Tanah Runtuh" Siap Menggugah Penonton
Ia meneruskan fondasi riset yang sebelumnya dibangun dalam film pertama bersama konsultan teologi dan eksorsis resmi Vatikan, Romo Dr. Johanes Robini Marianto, OP.
Soal adegan yang paling berkesan, Lukman Sardi menyebut dialog antara Romo Rendra dan Suster Aloysia di jembatan.
"Adegan itu mengingatkan bahwa bagaimanapun seorang Romo adalah manusia biasa. Dapat merasa lemah dan lelah dalam menjalankan tugas pelayanannya. Maka dukungan seperti yang diberikan oleh Suster Aloysia sangat berarti," jelasnya.
Eksekutif produser Andi Boediman menambahkan bahwa sejak awal tim hanya ingin menyajikan film baru yang step up bagi penonton. Kerja keras itu ternyata mendapat apresiasi tak terduga, yakni bisa tayang di IMAX.
"Selama ini IMAX identik dengan film-film luar. Jadi bisa tayang di IMAX merupakan kejutan untuk kami," ungkapnya.
Layar IMAX mampu menampilkan detail visual jauh lebih tajam dibanding layar reguler. Hal ini menjadi bonus sekaligus ujian bagi kualitas akting para pemain.
Ekspresi mikro, mulai dari sorot mata ketakutan hingga getaran bibir saat berdoa, akan terpampang jelas di hadapan penonton.
Bagi perfilman Indonesia, ini pencapaian tersendiri. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi film lokal kelima yang tayang di IMAX dalam 14 tahun terakhir.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang resmi di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Editor : Robby