Desember Jani Gelar World Premiere di Tokyo International Film Festival

Reporter : Robby
Film Desember Jani. (Jenifer Papas)

Jakarta, sanubari.co.id - Rumah produksi Palari Films secara resmi mengumumkan bahwa karya film panjang terbaru mereka yang berjudul Desember Jani terpilih untuk menggelar penayangan perdana dunia (World Premiere) pada ajang Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39. 

Festival film bertaraf internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 26 Oktober hingga 4 November 2026. Karya sinema ini masuk dalam program kompetisi Asian Future dan menjadi film panjang perdana yang disutradarai oleh Ariani Darmawan.

Baca juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Jadi Film Indonesia Kelima di IMAX

Selama perhelatan TIFF 2026, Desember Jani diputar dalam dua sesi penayangan, yaitu pada 27 Oktober pukul 17.10 waktu setempat dan 29 Oktober pukul 13.30 waktu setempat.

Usai menyapa publik internasional di Tokyo, film ini siap kembali ke tanah air untuk tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Desember Jani menyajikan kisah drama keluarga yang berfokus pada dinamika empat perempuan dari tiga generasi berbeda.

Narasi cerita berpusat pada tokoh Jani (Chempa Puteri), seorang anak berusia 13 tahun yang sedang menunggu kepulangan sang kakak, Julia (Hyori Mika), yang pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

Kepergian Julia memicu konflik emosional, di mana Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang terus bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga sambil membawa beban rasa bersalah.

Sigi Wimala. (Jenifer Papas)

Sigi Wimala, yang memerankan tokoh Winnie, mengungkapkan kedalaman karakter yang dimainkannya.

"Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," ungkap Sigi Wimala.

Baca juga: Film “Munafik: Melawan Iblis” Sajikan Teror, Drama, dan Keihlasan

Di tengah gejolak keluarga tersebut, tempat ternyaman bagi Jani adalah bersama neneknya, Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari beraktivitas menjual lumpia.

Namun, Jani sebenarnya menyimpan rahasia besar: ia tahu kakaknya dalam keadaan baik-baik saja dan secara diam-diam tetap berkomunikasi dengannya.

Film Desember Jani. (Jenifer Papas)

Pilihan Jani selama empat hari di bulan Desember—apakah akan tetap diam atau memberanikan diri berterus terang—pada akhirnya mengarahkan keempat perempuan tersebut pada sebuah percakapan jujur yang selama ini mereka hindari.

Ariani Darmawan. (Jenifer Papas)

Baca juga: Kemanusiaan di Tengah Konflik, Film "Tanah Runtuh" Siap Menggugah Penonton

Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada realitas hubungan keluarga sehari-hari.

"Bagi saya, daya tarik utama dari sebuah keluarga terletak pada momen-momen kecil harian yang dialami bersama. Di dalamnya tersimpan amarah, kekecewaan, kasih sayang, serta gengsi, namun kita sering kali bingung cara mengungkapkan atau menyikapinya," katanya.

"Baik penonton di Indonesia maupun Tokyo diharapkan dapat melihat cerminan serta kedekatan dengan keluarga mereka sendiri lewat kisah keluarga Jani," jelas Ariani Darmawan.

Pengembangan cerita film ini dirancang oleh Ariani selama tiga tahun berkolaborasi dengan penulis skenario Cyntha Hariadi.

Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy serta diproduseri eksekutif oleh Luna Maya, film Desember Jani juga sempat mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026 sebelum akhirnya melenggang ke Tokyo. (*)

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru