Empat Musim Pertiwi, Film Kamila Andini tentang Trauma Masa Lalu

Reporter : Robby
Film Empat Musim Pertiwi. (ist)

Jakarta, sanubari.co.id – Film terbaru sutradara mini seri Gadis Kretek, Kamila Andini, bersama produser Ifa Isfansyah, mengangkat tema yang berat: bagaimana seseorang berdamai dengan trauma masa lalu. Film berjudul Empat Musim Pertiwi ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Ceritanya berpusat pada Pertiwi (Putri Marino), perempuan yang pulang ke kampung halaman setelah 20 tahun dipenjara akibat kasus pembunuhan. Kepulangannya tidak disambut hangat. Warga kampung menolaknya, begitu pula keluarganya sendiri.

Christine Hakim berperan sebagai Mak Ira. (Moviezy)

Meski begitu, Pertiwi tetap berusaha menata ulang hidupnya dengan bantuan Mak Ira (Christine Hakim). Ia juga mencoba menyelesaikan urusan pribadi dengan mantan kekasihnya, Bisma (Arya Saloka), yang kini telah menikah dengan sahabat Pertiwi, Niken (Hana Malasan). Upaya itu tidak berjalan mulus. Kehadiran Raras (Hana Aretha) justru membangkitkan kembali trauma lamanya.

Press screening film Empat Musim Pertiwi. (Robby Go)

Dalam press screening di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 2 Oktober 2026, Kamila menceritakan bahwa naskah film ini sudah mulai ditulis sejak 2017, tetapi baru digarap pada 2023. Menurutnya, tokoh Pertiwi mencerminkan ketidakadilan dan trauma kolektif yang hidup di tengah masyarakat.

"Namun seseorang dengan kerapuhan juga bisa menemukan kekuatan untuk bangkit, atau malah menjadi kekuatan bagi orang lain," ujarnya.

Meski isunya dekat dengan realitas sosial, Putri Marino mengaku sempat kesulitan mendalami perannya. Ia banyak berdiskusi dengan Kamila, yang kemudian meminjamkan buku Perempuan di Titik Nol sebagai bahan rujukan. Menurut Putri, buku itu membuka banyak sudut pandang yang membantunya memerankan Pertiwi.

Putri Merino dalam Empat Musim Pertiwi (Forka.Films)

Tantangan serupa dirasakan Iswadi Pratama, pemeran ayah Pertiwi. Meski sudah 30 tahun berkecimpung di dunia seni peran, ia mengaku peran ini tidak mudah. Sebagai ayah yang juga memiliki anak perempuan, Iswadi merasa dekat dengan situasi yang dihadapi tokohnya. Usai adegan percakapan pribadi dengan Pertiwi, ia bahkan terbawa emosi hingga menangis.

Film Empat Musim Pertiwi yang memiliki judul internasional Four Seasons In Java merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Norwegia, Prancis, Jerman, dan Singapura.

Sebelumnya, film ini telah terpilih untuk mengikuti berbagai program pendanaan internasional seperti Berlinale Co-production Market 2025, Tokyo Gap Financing Market 2025, dan Venice Gap-Financing Market 2025.

Empat Musim Pertiwi Int. (Forka Films)

Dalam ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025 yang menjadi bagian dari.Tokyo International Film Festival (TIFF), Empat Musim Pertiwi memenangkan dua penghargaan, yaitu Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award.

Sebelum dirilis di dalam negeri, Empat Musim Pertiwi lebih dulu menjalani world premiere di Toronto International Film Festival pada 13 September 2026 lewat program Centrepiece. Film ini kemudian diputar di Busan International Film Festival 2026 dan terpilih tampil di Tokyo International Film Festival.

Pada September 2026, Komite Seleksi Oscars Indonesia menunjuk film ini sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di ajang Oscar 2027.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru