Ankara, sanubari.co.id — Pasar keuangan Turki sedang diguncang skandal manipulasi bursa saham dan krisis reksadana yang disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Pasar Modal Turki (Capital Markets Board/SPK) memerintahkan likuidasi 131 dana investasi dengan nilai total sekitar 18 miliar dolar AS.
Langkah drastis ini berdampak langsung pada sedikitnya 455.000 investor perorangan, setelah aksi jual besar-besaran membuat penarikan dana (redemption) dihentikan secara meluas.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya manipulasi harga yang dilakukan secara terorganisasi dengan pola mirip skema Ponzi. Sejumlah pengelola dana diduga sengaja mengerek harga saham-saham tertentu yang kurang likuid agar imbal hasil tampak tinggi.
Ketika pasar tiba-tiba terkoreksi, para manajer investasi tidak mampu memenuhi permintaan pencairan dana nasabah, sebab sebagian besar portofolio mereka tertahan pada aset yang harganya sudah digelembungkan secara tidak wajar.
Menteri Kehakiman Turki, Akın Gurlek, menyatakan pemerintah akan mengusut kasus ini hingga tuntas.
"Seluruh penyimpangan dan kecurangan ini akan diungkap secara terang-benderang. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum akan menghadapi konsekuensi hukum yang sangat tegas tanpa pengecualian," ujarnya dalam keterangan resmi.
Sejauh ini, kepolisian telah menahan sedikitnya 45 tersangka. Mereka termasuk pengelola reksadana dan sejumlah pejabat yang diduga terlibat perdagangan dengan memanfaatkan informasi orang dalam (insider trading).
Di sisi lain, Menteri Keuangan dan Perbendaharaan Mehmet Simsek mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa sistem keuangan nasional tetap aman dari risiko sistemik.
"Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-hak sah para investor dana kami. Melalui tindakan korektif ini, pasar modal kita akan tumbuh menjadi lebih kuat, sehat, dan tangguh di masa depan," kata Simsek.
Perhatian juga datang dari pucuk pimpinan negara. Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi pelaku kejahatan keuangan.
"Siapa pun yang menyentuh hak, aset, atau kepentingan hukum bangsa ini akan berhadapan langsung dengan kami dan negara," ujarnya.
Untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pasar modal domestik, pemerintah Turki membentuk dewan koordinasi likuidasi. Dewan ini bertugas memastikan sisa dana investor ritel dikembalikan secara adil dan transparan.
Editor : Robby