Jakarta, sanubari.co.id - Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional kembali mencatatkan capaian strategis melalui penyelesaian survei seismik laut seluas 12.000 kilometer persegi di perairan Kalimantan pada 29 Oktober 2026.
Hasil survei seismik laut diumumkan langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, sebagai salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional serta menemukan cadangan migas baru di Indonesia.
Baca juga: Mafia Pangan Berulah: Beras Subsidi SPHP Dioplos dan Dijual Harga Premium
Pelaksanaan survei melibatkan armada seismik Ramform Sovereign milik perusahaan jasa geofisika asal Norwegia, TGS. Kapal tersebut diidentifikasi sebagai armada seismik terbesar yang pernah beroperasi di wilayah perairan Indonesia. Dilengkapi dengan 12 kabel streamer sepanjang masing-masing lima kilometer serta teknologi sumber gelombang akustik modern, kapal ini dirancang khusus untuk merekam karakteristik lapisan batuan bawah dasar laut secara komprehensif.
Keunggulan operasional Ramform Sovereign terletak pada kemampuannya melakukan pengolahan dan analisis data awal secara langsung (on-board processing) di atas kapal. Dengan sistem ini, tim geosains dapat segera mengevaluasi struktur geologi bawah permukaan secara akurat dan efisien.
Berdasarkan hasil analisis awal tersebut, terdeteksi indikasi kuat adanya jebakan hidrokarbon di kawasan perairan Kalimantan.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa interpretasi awal data seismik menunjukkan potensi sumber daya migas dalam skala besar. Para ahli geologi di lapangan memperkirakan potensi cadangan gas bumi di wilayah tersebut dapat mencapai hingga 10 triliun kaki kubik (trillion cubic feet / TCF).
Baca juga: BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG yang Tak Laporkan Dana Harian
"Dari hasil olahan dan analisis data seismik tersebut, saya melihat adanya jebakan-jebakan hidrokarbon migas kira-kira sebesar triliunan kaki kubik,” ungkap Djoko.
Meskipun proyeksi potensi mencapai 10 TCF memberikan optimisme tinggi bagi industri energi nasional, SKK Migas menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat estimasi awal. Pembuktian volume cadangan secara pasti serta kelayakan komersial baru dapat dipastikan melalui tahapan evaluasi geologi lanjutan dan pengeboran eksplorasi.
Baca juga: Capai Satu Juta Penonton, "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" Bantu Warga Terdampak Karhutla
Penyelesaian survei seismik merupakan landasan penting dalam menentukan wilayah kerja migas yang prospektif, namun belum merepresentasikan cadangan terbukti secara final.
Secara keseluruhan, ketersediaan data seismik seluas 12.000 kilometer persegi memperkaya basis data geologi bawah laut Indonesia. Informasi yang komprehensif tersebut diharapkan mampu meningkatkan aurasi perencanaan eksplorasi bagi pemerintah dan badan usaha, sekaligus menaikkan tingkat keberhasilan penemuan cadangan migas baru.
Langkah strategis ini menjadi krusial di tengah upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik dan memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi masa depan.
Editor : Robby