JAKARTA, sanubari.co.id - Dari sekian banyak lembaga pendidikan di Indonesia, nama Tarakanita adalah salah satu yang sangat diperhitungkan. Lembaga pendidikan yang bentukan Kongregasi Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB) pada 7 Juli 1952 ini terkenal dengan metode pembelajaran yang modern.
Mulanya Taranita hanya melayani pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terkait pemberdayaan perempuan, tahun 1968 dibentuklah lembaga pendidikan kejuruan yang berfokus pada pendidikan sekretaris bagi perempuan.
Baca juga: Humas KAI Daop 1 Jakarta: 567 Ribu Tiket Angkutan Lebaran Terjual
Dalam perkembangannya, lembaga ini terus bertransformasi hingga menjadi STARKI (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris Tarakanita). Proses transformasi ini menandakan adanya komitmen kuat untuk menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan tinggi.
“Awalnya UTarki (Universitas Tarakanita) berdiri sebagai LPK sekretaris. Mempunyai target jelas, agar perempuan memiliki karya, nilai, dan peran dalam dunia profesional. Ketika hanya menjadi akademi dengan program diploma, tentu ada keterbatasan dalam pengembangan akademik. Karena itu muncul ide inisiatif untuk meningkatkannya menjadi sekolah tinggi agar dapat menyelenggarakan pendidikan sarjana,” kata Rektor Universitas Tarakanita, Dr. Antonius Singgih Setiawan.
Era baru ketika institusi ini resmi memperoleh izin menjadi universitas pada tahun 2025. Dengan perubahan status ini, jumlah produksi pun berubah. Jika sebelumnya hanya ada prodi Sekretaris (D-3) dan Komunikasi (S-1), kini juga ada prodi Teknik Sipil (S-1), Informatika (S-1), Sistem Informasi (S-1), dan Bisnis Digital (S-1).
Baca juga: Gelar Diskusi Publik, DPP GMNI Kupas Disorientasi Fungsi Kementerian
Selain menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, modern, dan berkualitas, pihak UTarki juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi atau kurang mampu. Sementara untuk mengakomodir mengakomodir mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, tersedia kelas karyawan.
Mengenai biaya pendidikan, Antonius menyebut UTarki menerapkan biaya uang kuliah tunggal sebesar 3 juta hingga 3,5 juta rupiah. Biaya tersebut bisa dicicil sehingga tidak memberatkan mahasiswa.
"Dengan biaya kuliah yang terjangkau dan fasilitas penunjang pendidikan modern, kami berharap bahwa UTarki menjadi tujuan bagi siapapun yang ingin meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan," tambahnya.
Baca juga: Dukungan Moral bagi Penderita Kanker, YKAKI Gelar Berani Gundul
Meski Tarakanita adalah lembaga pendidikan Katolik, Antonius menegaskan bahwa siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di sini. Tidak ada diskriminasi berdasarkan latar belakang, agama, atau status sosial.
"Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap orang, dan kami berkomitmen untuk menyediakan akses pendidikan yang adil dan merata bagi semua," pungkasnya.
Editor : Robby