SURABAYA, sanubari.co.id - Lapangan Atletik Unesa, Surabaya, dipadati pengunjung dalam Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata yang digelar bersamaan dengan Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi ajang pertemuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah, serta masyarakat untuk memperkenalkan beragam produk unggulan berbasis ekonomi kreatif.
Baca juga: HUT ke-52, RS Korpri Pura Raharja Surabaya Luncurkan Layanan Klinik Komprehensif
Festival yang didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur itu menghadirkan sedikitnya 20 tenant UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari kopi Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan. Suasana festival semakin semarak dengan pertunjukan musik yang berlangsung sepanjang hari.
Pengunjung tidak hanya menikmati sajian kuliner dan berbelanja produk lokal, tetapi juga berdialog langsung dengan pelaku usaha mengenai proses produksi dan keunggulan produk yang ditawarkan.
Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Ali Afandi mengatakan, Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata merupakan wujud komitmen pemprov Jawa Timur bersama DPRD dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Menurut Ali, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif Jawa Timur.
“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, pelaku industri kreatif memiliki kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkuat daya saing produknya,” kata Ali.
Ia mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil inovasi pelaku usaha daerah yang memiliki peluang berkembang lebih luas.
Karena itu, festival diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata Jawa Timur.
Ali juga mengapresiasi dukungan DPRD Jawa Timur yang dinilai berperan strategis dalam membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM. Kolaborasi pemerintah dan legislatif menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
Baca juga: Spillway Sungai Tanggul Jember Rampung
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, penyelenggara, komunitas, dan berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival.
"Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan seluruh pihak menjadi modal penting dalam mengembangkan ekonomi daerah melalui sektor industri kreatif," ujarnya.
Meski optimistis terhadap perkembangan ekonomi kreatif, Ali mengakui pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, hingga kemampuan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Karena itu, menurut dia, pengembangan sektor ekonomi kreatif perlu dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Sinergi tersebut menjadi kunci agar potensi besar yang dimiliki Jawa Timur mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Ali berharap Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat industri kreatif di Jawa Timur.
Baca juga: Ngarak Banteng 1 Suro, Tradisi Budaya Jawa Timur Kembali Digelar
"Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Jawa Timur mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai episentrum industri kreatif di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta festival, Bayu Prasetya, pemilik UMKM Kopi Desa dengan merek Nerscoff, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan kopi asli Indonesia kepada masyarakat.
Bayu mengatakan usahanya berfokus pada penjualan biji kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia tanpa menggunakan bahan baku impor.
"Kami memperkenalkan produk biji kopi. Produk kami khusus biji kopi seluruh Indonesia. Tidak ada biji kopi dari luar negeri, semuanya lokal. Selain itu juga ada minuman kopi filter berbahan Arabika," katanya.
Menurut Bayu, hampir seluruh jenis kopi Nusantara tersedia di gerainya sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai karakter rasa yang diinginkan. (*)
Editor : Redaksi Sanubari