Korban mayoritas berasal dari daerah Manggarai

Korban Tewas Akibat Gempa di NTT Tembus 53 Orang, Bantuan Logistik Mulai Tiba

avatar Robby
Tim SAR melakukan penyisiran untuk mencari korban paska gempa yang melanda NTT pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. (BPBD)
Tim SAR melakukan penyisiran untuk mencari korban paska gempa yang melanda NTT pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. (BPBD)

Kupang, sanubari.co.id — Penanganan darurat pasca gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus digencarkan oleh tim gabungan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa terus bertambah seiring proses penyisiran lokasi.

Hingga hari Minggu, 16 Agustus 2026, BNPB mengonfirmasi total korban tewas mencapai 53 orang. Korban tersebar di beberapa daerah terdampak utama, meliputi Kabupaten Manggarai (25 jiwa), Manggarai Timur (20 jiwa), Sikka (4 jiwa), Ende (2 jiwa), Manggarai Barat (1 jiwa), dan Nagekeo (1 jiwa). Selain korban tewas, sebanyak 137 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Guncangan keras yang sempat memicu peringatan tsunami tersebut juga memaksa ribuan warga mengungsi.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, 7 Kecamatan di Aceh Barat Daya Terendam Banjir

Guna mendukung proses penanganan paska bencana, pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari. Status tanggap darurat diberlakukan berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung, 209 Penerbangan dari Jakarta Terdampak

Sementara itu, sebanyak 4.925 paket bantuan berupa sembako, tenda darurat, selimut, hingga peralatan medis dilaporkan telah tiba gudang logistik Maumere dan Labuan Bajo. Sedangkan untuk mendukung evakuasi, Basarnas mengerahkan armada kapal KN Puntadewa dan helikopter ke lokasi bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa prioritas penanganan berada pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta pencarian korban.

Baca Juga: PT PKT Bantu Petani Padang Bangkit

"Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini," ujar Berton SP Panjaitan dalam keterangan resminya.

Berita Terbaru