Relasi Prabowo Gibran: Pemerintah Salurkan Rp 200 Miliar untuk Gempa NTT

Reporter : Robby
Para korban gempa di NTT menjalani perawatan. (Antara)

Jakarta, sanubari.co.id — Ketua Umum Relasi Prabowo Gibran, Alan Christian Singkali, menanggapi pernyataan beberapa pihak yang membandingkan kontribusi Indonesia untuk UNRWA dengan penanganan korban gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Alan, kedua hal tersebut tidak tepat untuk dipertentangkan. Di sisi lain, ia menilai penanganan korban di pengungsian memang perlu dipercepat dan dikawal bersama.

Baca juga: Reshuffle di Warung Kopi

“Kita semua berduka atas korban jiwa di pengungsian. Kritik publik penting dan harus didengar. Namun, adil juga jika kita melihat apa yang sudah dilakukan sekaligus menagih apa yang masih perlu dibenahi,” ujar Alan.

Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan gempa NTT. Bantuan tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing dari delapan kabupaten terdampak di NTT yang seluruhnya berada di Pulau Flores.

Berdasarkan laporan BNPB, sebanyak 2.165 ton bantuan telah disalurkan hingga 8 September. Sekitar separuh dari total logistik tersebut berasal dari donasi masyarakat dan mitra, berdasarkan data per 26 Agustus.

Untuk rumah yang mengalami kerusakan, pemerintah menyiapkan bantuan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat akan dibangun kembali. Pencairan bantuan dilakukan setelah proses verifikasi.

Alam Christian Singkali

Alan juga menyoroti data BNPB per 25 September yang mencatat 94 orang meninggal dunia di pengungsian. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan 48 korban yang meninggal secara langsung akibat gempa. Berdasarkan verifikasi BNPB bersama Kementerian Kesehatan, mayoritas korban di pengungsian merupakan lansia dengan komplikasi penyakit kronis.

 

“Angka ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi menjadi alasan untuk memperkuat layanan kesehatan, sanitasi, dan ketersediaan air bersih di pengungsian, terutama bagi kelompok rentan,” katanya.

 

Baca juga: Salatiga Punya Cerita (4-Habis): Kisah Mistis dan Urban Legend yang Beredar di Salatiga

Menurut Alan, kecepatan penyerapan anggaran juga perlu menjadi perhatian. Pada 7 September, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden bahwa baru Pemprov NTT yang menunjukkan realisasi relatif cepat, yakni Rp23 miliar atau 43,23 persen. Sementara itu, sejumlah pemerintah daerah lainnya dinilai masih lambat dalam merealisasikan anggaran.

 

“Dana yang sudah diterima daerah harus segera digunakan untuk hunian sementara, air bersih, dan tenaga kesehatan. Publik berhak mendapatkan laporan yang terbuka mengenai penggunaannya,” tegas Alan.

 

Ia juga mendukung masukan WALHI dan para pakar kebencanaan agar kondisi pengungsian dievaluasi secara menyeluruh.

 

Baca juga: Sekolah Perdamaian GAMKI Digelar di Sumba

Terkait Palestina, kontribusi tahunan Indonesia sebesar USD1,2 juta atau sekitar Rp21,4 miliar untuk UNRWA, sebagaimana ditegaskan Menteri Luar Negeri pada 24 September, merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia.

 

“Peduli pada saudara di Gaza tidak berarti melupakan saudara di Flores. Keduanya harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Relasi Prabowo Gibran mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penanganan pascagempa sehingga bantuan dapat tersalurkan secara tepat dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru