Jakarta, sanubari.co.id — Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, masuk dalam persaingan untuk menjadi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berikutnya. Budi merupakan kandidat yang diajukan Indonesia untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Agustus 2027.
Dalam perkembangan terbaru, Budi menjadi satu dari enam kandidat yang telah muncul dalam bursa pimpinan WHO. Kandidat lainnya berasal dari Qatar, Arab Saudi, Belgia, Spanyol, dan Botswana. Nama Budi juga telah tercantum dalam daftar kandidat potensial di laman resmi WHO.
Budi mengatakan salah satu agenda yang perlu diperkuat WHO adalah mengembalikan keterlibatan Amerika Serikat dalam organisasi tersebut. Menurutnya, kerja sama internasional sangat penting ketika dunia menghadapi pandemi atau ancaman kesehatan lintas negara.
“Banyak negara anggota merasa Amerika Serikat (AS) harus kembali. AS harus kembali,” kata Budi dalam wawancara dengan Reuters.
Amerika Serikat sebelumnya keluar dari WHO pada Januari 2026. Keputusan tersebut berdampak terhadap kondisi pendanaan organisasi karena AS selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar WHO.
Budi menilai dunia tidak dapat menghadapi pandemi secara sendiri-sendiri.
“Secara ilmiah tidak mungkin menghadapi pandemi sendirian,” ujarnya.
Selain persoalan pendanaan, Budi membawa gagasan mengenai reformasi WHO. Ia menilai organisasi tersebut perlu kembali berfokus pada mandat utamanya, terutama dalam menetapkan norma dan standar kesehatan berbasis bukti ilmiah.
“WHO perlu kembali fokus pada mandat utamanya, yaitu menetapkan norma dan standar berdasarkan ilmu pengetahuan,” kata Budi.
Budi memiliki latar belakang yang berbeda dibandingkan kandidat lainnya. Sebelum menjadi Menteri Kesehatan pada Desember 2020, ia berkarier di sektor perbankan dan pernah memimpin Bank Mandiri serta Indonesia Asahan Aluminium.
Kementerian Kesehatan mencatat Budi juga terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19, termasuk pengadaan vaksin dan pengembangan sistem distribusinya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang ditawarkan Budi. Ia juga mengusulkan agar WHO memperkuat kerja sama dengan lembaga pembiayaan pembangunan seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia untuk membantu negara-negara membangun sistem kesehatan nasional.
Proses pemilihan Direktur Jenderal WHO masih panjang. WHO akan mengumumkan kandidat secara resmi setelah rangkaian sidang komite regional selesai, mulai 29 Oktober 2026. Selanjutnya, Dewan Eksekutif WHO akan menyeleksi dan mengajukan maksimal tiga kandidat kepada Majelis Kesehatan Dunia pada awal 2027.
Pemilihan akhir dijadwalkan berlangsung dalam World Health Assembly ke-80 pada Mei 2027. Direktur Jenderal terpilih akan mulai menjalankan masa jabatan pada 16 Agustus 2027.
Editor : Robby