Pasar prediksi Polymarket memberi Grynspan peluang 49 persen.

Pemilihan Sekjen PBB 2026: Peluang dan Tantangan Rebeca Grynspan

avatar Robby
Rebecca Grynspan. (Reuters)
Rebecca Grynspan. (Reuters)

New York, sanubari.co.id – Rebeca Grynspan masih menjadi unggulan utama dalam pemilihan Sekretaris Jenderal PBB, tetapi jalannya belum mulus. Mantan wakil presiden Kosta Rika itu kembali di posisi teratas dalam jajak pendapat informal Dewan Keamanan pada 16 Oktober, tetapi dua anggota tetap dilaporkan tidak mendukungnya.

Grynspan meraih sembilan suara "encourage", lima "discourage", dan satu tanpa pendapat dari 15 anggota. Ia satu-satunya kandidat yang menembus ambang sembilan suara pada putaran itu. Sementara dua kandidat lain, Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dan Rafael Grossi dari Argentina, masing-masing mengantongi delapan suara dukungan.

Baca Juga: Referendum Alberta 2026: Mayoritas Warga Pilih Tetap Bersama Kanada

Grynspan konsisten di papan atas. Pada jajak pertama 30 Juli, ia memimpin dengan 10 suara dukungan. Michelle Bachelet, salah satu pesaing berat, mundur setelah jajak 18 September. Jika terpilih, ia akan menjadi perempuan pertama dalam sejarah PBB yang lebih dari 80 tahun. Ada pula pandangan bahwa kursi ini semestinya diisi tokoh Amerika Latin.

Menurut Geneva Solutions yang mengutip media China, Beijing mempertimbangkan Grynspan dan Rodrigues-Birkett, sedangkan Grossi disebut dicoret karena dianggap terlalu dekat dengan Washington.

Pasar prediksi Polymarket memberi Grynspan peluang 49 persen, jauh di atas Grossi (19 persen) dan Rodrigues-Birkett (13 persen). Angka itu hanya taruhan, bukan hasil resmi.

Syarat utamanya ketat: calon harus mengantongi sembilan suara dan lolos dari veto anggota tetap. Dari lima anggota tetap, tiga mendukung Grynspan dan dua tidak. Suara tidak setuju terhadapnya juga naik, dari satu pada jajak pertama menjadi lima pada jajak terakhir. Negara yang menolaknya belum terkonfirmasi, dan tidak ada pemerintah yang mengumumkan pilihannya.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Dorong Indonesia Perkuat Kerjasama Multilateral

Grynspan menepis anggapan bahwa ia sudah diveto.

"Belum ada pemungutan suara resmi, jadi tidak bisa bicara soal veto," katanya kepada wartawan.

Sementara itu, optimisme tetap ada di kubu Kosta Rika. Bahkan Menteri Luar Negeri Manuel Tovar pada bulan Agustus kemarin mengatakan angin bertiup ke arah yang menguntungkan bagi pencalonan Grynspan.

Baca Juga: Tegas! Singapura Tindak 7 Perusahaan Pemicu Asap Lintas Batas

Pada jajak pendapat 16 Oktober 2026, ketujuh kandidat sama-sama mendapat suara "discourage" dari anggota tetap. Artinya, pintu bagi calon baru masih terbuka. Grynspan sudah berencana melobi anggota Dewan untuk meningkatkan jumlah dukungan.

Jadwal jajak berikutnya belum ditetapkan. Sekjen baru akan memulai masa jabatan lima tahun pada 1 Januari 2027.

Berita Terbaru