Jakarta, sanubari.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi melantik Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan pada 23 Oktober 2026. Astera sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Prosesi berlangsung di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I, Kemenkeu. Astera menggantikan Robert Leonard Marbun, yang telah menjabat sejak 27 Maret 2026. Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 141/TPA Tahun 2026.
Baca Juga: Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla
"Dengan ini resmi melantik saudara dengan jabatan baru," ujar Suahasil di hadapan para pejabat yang dilantik.
Ia menyebut pelantikan itu bagian dari upaya Kemenkeu beradaptasi dan memperkuat organisasi, serta menilai Astera sebagai pejabat birokrasi profesional yang berpengalaman.
Suahasil juga menitipkan harapan khusus untuk Sekretariat Jenderal. "Hubungan Sekretariat Jenderal harus betul-betul dirasakan oleh seluruh unit yang melaksanakan kebijakan," katanya.
Menurutnya, manfaat itu harus terasa pula oleh pegawai yang bekerja melayani masyarakat.
Astera tidak sendirian. Tri Budhianto dilantik sebagai Dirjen Perbendaharaan, menempati pos yang ditinggalkan Astera. Nufransa Wira Sakti kini menjadi Dirjen Perimbangan Keuangan definitif, bukan lagi pelaksana tugas, setelah Askolani tak menjabat di posisi itu sejak 1 Juli.
Baca Juga: Jakarta Film Week 2026: Ah Girl Jadi Film Pembuka dan Sammo Hung Ikut Hadir
Neilmaldrin Noor mengisi Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, sedangkan Hidayat Amir menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional. Totalnya ada lima pejabat tinggi madya yang dilantik hari itu.
Bagi lingkungan Kemenkeu, Prima, sapaan akrab Astera, bukan wajah baru. Ia lahir di Jakarta pada 20 Januari 1968, lulus Manajemen Universitas Jenderal Soedirman pada 1990, lalu meraih Master of Taxation di University of Denver pada 1997.
Kariernya di Kemenkeu dimulai pada 1992 sebagai Penata Muda. Pengalamannya terutama di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, dan pengelolaan perbendaharaan. Pada 2012 ia memimpin Pusat Kebijakan Pendapatan Negara di Badan Kebijakan Fiskal, lalu terpilih lewat seleksi terbuka sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara pada 2015.
Baca Juga: Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Pemegang Konsesi Imbas Karhutla
Pada 2017 ia dipercaya memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Setahun kemudian ia menjadi Dirjen Perimbangan Keuangan, menggantikan Boediarso Teguh Widodo yang memasuki masa purnabakti. Pada 2022 ia dilantik sebagai Dirjen Perbendaharaan, menggantikan Hadiyanto yang pensiun. Saat itu, Menkeu Sri Mulyani menilai pengalamannya di perimbangan keuangan sangat tepat dipadukan dengan fungsi treasury.
Di luar birokrasi, pada 2017 ia sempat ditunjuk sebagai Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dalam laporan kekayaan sepanjang 2025, hartanya tercatat Rp24 miliar.
Sebagai catatan, pada rotasi eselon I Mei 2025, Astera tetap menjabat Dirjen Perbendaharaan, sementara Heru Pambudi dilantik sebagai Sekjen. Kini, Astera memegang peran penting menjembatani kebijakan di level pimpinan dengan layanan di seluruh unit Kemenkeu, sebagaimana diharapkan Menkeu.
Editor : Robby