Otoritas penanggulangan bencana mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun orang hilan

Update Gempa Panama M7.7: Episentrum, Penyebab, dan Data Kerusakan Terbaru

Reporter : Robby
Sebuah bangunan di Panama runtuh akibat gempa. (ist)

Panama, sanubari.co.id — Gempa besar dengan skala 7,7 SR pada 19 Oktober 2026 kemarin meninggalkan trauma bagi masyarakat Panama. Meski kuatnya goncangan sempat memicu kelanikan massal, otoritas penanggulangan bencana mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun orang hilang.

Hingga 10 Oktober 2026 sore, jumlah korban tercatat sebanyak 27 orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan atau kepanikan saat proses evakuasi di berbagai provinsi seperti Cocle, Los Santos, Panama Oeste, Herrera, dan Veraguas.

Rosendo Dominguez (60), warga di Provinsi Herrera, menuturkan betapa mencekamnya detik-detik guncangan terjadi.

"Kami merasakannya dengan sangat kuat. Barang-barang di dapur berjatuhan berserakan, kami memang selamat, tetapi rasa ketakutannya luar biasa," kata Rosendo.

Masyarakat berkerumun di depan sebuah pusat perbelanjaan setelah gempa di Panama. (AP)

Dampak kerusakan infrastruktur fisik terpantau cukup luas. Pendataan terbaru mencatat 188 sekolah, 20 fasilitas kesehatan, 26 gedung pemerintahan, 13 gereja, 9 jembatan, serta beberapa instalasi pengolahan air mengalami kerusakan.

Beberapa saat setelah gempa, pemerintah Panama menjalankan prosedur penanganan darurat. Presiden Panama, Jose Raul Mulino, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa negara tengah berfokus penuh pada pemulihan infrastruktur yang rusak parah.

"Kami sedang menghadapi bencana besar. Beberapa ruas jalan nasional telah mengalami kerusakan parah hingga runtuh total," ujar Presiden Jose Raul Mulino.

Berdasarkan analisis Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan otoritas setempat, episentrum gempa terletak di kawasan Semenanjung Azuero—sekitar 12 kilometer barat daya Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, Panama Tengah.

Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal dengan kedalaman 12,6 kilometer.

Dari sisi geologis, gempa dipicu oleh aktivitas patahan geser (strike-slip faulting) yang berinteraksi dengan kompleksitas pergerakan lempeng mikro Panama serta sistem patahan lokal di sekitar sabuk deformasi Panama Selatan.

Guncangan utama tersebut langsung memicu rangkaian aktivitas seismik susulan yang masif. Tercatat lebih dari 80 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut, dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6.6.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru