Gerakan Wakaf Profesi untuk Pesantren Resmi Dideklarasikan di Surabaya

Arsitek dan Ahli Konstruksi Indonesia Deklarasikan Gerakan Wakaf Profesi untuk Pesantren Mastren

Reporter : Hizkia
Deklarasi gerakan wakaf profesi untuk pesantren

SURABAYA, sanubari.co.id - Seluruh anggota arsitek dan ahli konstruksi dari berbagai daerah di Indonesia, resmi mendeklarasikan gerakan wakaf profesi untuk pesantren yang tergabung dalam Masyarakat Pesantren Nasional (Mastren), Senin, 20 Oktober 2025.

Deklarasi yang berlangsung di Surabaya ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Termasuk pengasuh pondok pesantren serta perwakilan organisasi profesional seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Baca juga: OPOP Jatim Gelar Coaching Clinic Izin EdarĀ 

Momen ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara kalangan profesional dan pesantren untuk meningkatkan kualitas infrastruktur lembaga pendidikan Islam tersebut. Acara ini sendiri digagas oleh Kiai Muchlis Muhsin dan Gayuh Budi Utomo.

Muchlis Muhsin, perwakilan pengasuh pondok pesantren yang menginisiasi kegiatan ini, mengatakan, bantuan dari para arsitek dan ahli konstruksi ini sangat dinanti oleh banyak pesantren di Tanah Air.

“Alhamdulillah, malam ini kita deklarasikan teman-teman arsitek dan ahli konstruksi. Bahkan dari penghubungan rektor, untuk gerakan wakaf profesi membantu pesantren Indonesia,” katanya dalam rilis yang diterima sanubari.co.id, Selasa, 21 Oktober 2025.

Prosesi deklarasi wakaf profesi untuk pesantren

Gerakan ini, lanjut Muchlis, menjadi angin segar bagi dunia pesantren. Sebab selama ini kerap menghadapi keterbatasan tenaga profesional dalam pembangunan fisik dan perencanaan infrastruktur.

Sementara itu, Koordinator Region III IAI Gayuh Budi Utomo menjelaskan, gerakan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat dari kalangan profesional. Menurutnya, wakaf profesi sudah lama dilakukan secara individu. Namun kini saatnya bertransformasi ke level organisasi dan nasional.

“Sebenarnya ini sudah dilakukan oleh teman-teman. Tapi bersifat personal. Saat ini saatnya kita bawa ke level regional dan nasional,” jelas Gayuh.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam proses pembangunan agar desain pesantren tidak hanya estetis tetapi juga aman dan sesuai standar keandalan bangunan. “Ini memang pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.

IAI secara institusional mendukung penuh inisiatif ini. Ia memastikan bahwa seluruh jaringan IAI di Indonesia siap mendukung Mastren. “Ketua Umum IAI sudah menyatakan total support. Artinya seluruh Indonesia sudah kompatibel terhadap gerakan ini,” tambahnya.

Gayuh menegaskan, gerakan Mastren bersifat inklusif dan terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, tanpa melihat latar belakang. “Sudah saatnya Indonesia berkolaborasi, dan sifatnya inklusif,” pungkasnya.

Dengan deklarasi ini, Mastren diharapkan menjadi gerakan strategis yang mendorong inovasi pesantren dalam bidang pembangunan. Serta membuka ruang bagi para santri untuk belajar keterampilan konstruksi secara langsung dari para ahli. (*)

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru