MAMUJU, sanubari.co.id - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
GTRA dinilai sebagai instrumen utama dalam mempercepat penyelesaian konflik pertanahan di daerah. Menurut dia, berbagai persoalan pertanahan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR
Hal tersebut disampaikan Ossy saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Minggu, 24 Mei 2026.
"Saya pikir GTRA sangat baik digunakan oleh para Kepala Kantor Pertanahan ketika menghadapi persoalan pertanahan di masyarakat,” katanya dalam rilis yang dikutip sanubari.co.id, Rabu, 27 Mei 2026.
“Libatkan bupati atau kepala daerah dalam forum GTRA. Karena mereka merupakan ketua GTRA di daerah masing-masing dan bertanggung jawab atas wilayahnya,” ujar Ossy.
Ia menjelaskan, GTRA menjadi wadah yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi terkait, untuk mencari solusi bersama atas persoalan pertanahan yang terjadi di lapangan.
Baca Juga: RUU Pertanahan Akhiri Tumpang Tindih
Menurut Ossy, kesepakatan yang lahir melalui forum lintas sektor akan menghasilkan penyelesaian konflik yang lebih kuat, baik dari sisi hukum maupun sosial.
"Kalau antara BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah daerah masih ada perbedaan pendapat, penyelesaiannya tidak akan berjalan optimal. Karena itu, seluruh pihak harus duduk bersama terlebih dahulu," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Ossy juga menyerahkan delapan sertipikat untuk tanah wakaf dan aset pemerintah daerah. Penyerahan sertipikat dilakukan bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat, Fredy Marfin.
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pemulihan Aset Pertanahan
Selain memberikan pengarahan, Ossy meninjau sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat. Ia juga menyempatkan diri bertegur sapa dengan para pegawai.
Kegiatan peninjauan dan ramah tamah itu dihadiri para Pejabat Administrator, Kepala Kantor Pertanahan, Pejabat Pengawas se-Provinsi Sulawesi Barat, serta pegawai Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat. (*)
Editor : Redaksi Sanubari