SURABAYA, sanubari.co.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyatakan siap mendukung pengembangan lintasan penyeberangan dari Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, menuju Pelabuhan Jangkar, Jawa Timur.
Rute ini bakal menjadi alternatif untuk mendistribusikan arus kendaraan sekaligus menekan kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, terutama saat periode libur panjang.
Baca Juga: Khofifah: Jatim Perkuat Sektor Hortikultura
Rencana tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mewujudkan sistem penyeberangan Jawa–Bali yang lebih andal melalui optimalisasi pelabuhan alternatif.
“Pengembangan lintasan penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar merupakan salah satu upaya mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya terpusat di Ketapang–Gilimanuk,” kata Dudy.
Dengan adanya alternatif ini, ia berharap pelayanan masyarakat semakin baik dan kemacetan bisa ditekan. Meski begitu, Dudy menekankan bahwa proyek ini membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah pusat, daerah, hingga operator pelabuhan dan kapal harus berkoordinasi erat agar implementasinya berjalan optimal.
Baca Juga: Bidik 30 Persen Wisatawan, Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Seribu Event
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan komitmen perusahaannya dalam menyokong kebijakan pemerintah untuk memperkuat konektivitas penyeberangan Jawa–Bali.
“Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada lintasan Ketapang–Gilimanuk,” ujar Achmad.
Menurut Achmad, optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang juga berpotensi mendongkrak konektivitas transportasi dan logistik di kawasan Bali Utara.
Baca Juga: Khofifah: Pasokan BBM Aman
Pemerataan distribusi pergerakan kendaraan dan barang ini diyakini mampu melancarkan mobilitas serta menggerakkan roda ekonomi di Bali maupun Jawa Timur.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali, serta pihak terkait untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional pelabuhan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pengembangan rute Celukan Bawang–Jangkar dapat dieksekusi secara terukur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelancaran layanan, dan manfaat bagi masyarakat luas. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob