Tradisi tahunan masyarakat Songgoriti hadir kembali pada 22 Juni 2026

Ngarak Banteng 1 Suro Kembali Digelar, Perkuat Identitas Budaya Kota Batu

avatar Robby
Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII
Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII

KOTA BATU, sanubari.co.id - Destinasi wisata unggulan banyak disuguhkan di Kota Batu. Mulai dari destinasi wisata alam dan wisata buatan, semuanya menjadi salah satu favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Jawa Timur.

Panorama pegunungan, taman rekreasi, wisata keluarga, hingga kawasan penginapan tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah kota ini.

Baca Juga: Jatim Buka Peluang Kerjasama Strategis dengan Spanyol

Di balik pesatnya perkembangan sektor pariwisata tersebut, Kota Batu juga menyimpan kekayaan budaya lokal. Budaya itu tetap hidup dan terjaga melalui berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII. Agenda budaya tahunan masyarakat Songgoriti yang diselenggarakan setiap bulan Suro tiap tahunnya.

Ngrak BantengNgrak Banteng

Tradisi ini menjadi simbol pelestarian adat, seni, nilai spiritual, serta kearifan lokal masyarakat Jawa. Tahun ini, prosesi kirab Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII akan dilaksanakan pada: Senin Kliwon, 22 Juni 2026 (6 Suro 1960 Jawa), Pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Lokasinya akan dilaksanakan di Sepanjang kawasan wisata Songgoriti hingga depan Area Candi Songgoriti, Kota Batu. Tahun ini, pagelaran itu mengangkat tema: “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”

Penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya yang membawa semangat kemajuan, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat. 

Baca Juga: Festival Kopi di Kota Lama Surabaya Dongkrak UMKM dan Pariwisata

Tema tersebut merefleksikan pandangan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan yang berakar pada identitas daerah.

Songgoriti sendiri tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata dan penginapan yang ramai dikunjungi wisatawan.

Wilayah yang berada di lereng pegunungan Kota Batu itu juga menjadi salah satu pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat yang hingga kini aktif menjaga tradisi leluhur.

Setiap datangnya bulan Suro, berbagai kegiatan budaya digelar, mulai dari kirab budaya, doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga ritual adat sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya pelestarian warisan budaya.

Baca Juga: Festival UMKM Surabaya Dorong Ekonomi Kreatif Jawa Timur

Keberadaan tradisi Ngarak Banteng Empu Supo menjadi bukti bahwa Kota Batu tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor wisata alam dan wisata buatan, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam pengembangan wisata budaya.

Tradisi ini memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang khas dan autentik.

Panitia mengundang masyarakat, wisatawan, pegiat seni budaya, serta pecinta tradisi Nusantara untuk hadir dan menyaksikan kemeriahan Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII di Kawasan Wisata Songgoriti.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus menjaga, melestarikan, dan membanggakan budaya lokal Kota Batu sebagai warisan berharga yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Oleh: HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Founder & Owner Batara Group (Bandar Tambang Nusantara Group) DUA hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook

Serba Serbi,

Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR

JAKARTA, sanubari.co.id - Program sertifikasi sektor perubahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah disepakati. Kesepakatan itu dicapai dalam

Cerita Kita,

Prabowo untuk Indonesia Raya

Oleh: HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Kiai Kampung, Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya SAYA tertawa membaca sebuah meme yang sedang ramai