Disbudpar Jatim menggandeng DPRD menghadirkan festival ekonomi kreatif

Festival Kopi di Kota Lama Surabaya Dongkrak UMKM dan Pariwisata

avatar Michael Fredy Yacob
Suasana Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata, di halaman Gedung Internatio, Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Dokumen Disbudpar Jatim untuk sanubari.co.id)
Suasana Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata, di halaman Gedung Internatio, Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Dokumen Disbudpar Jatim untuk sanubari.co.id)

SURABAYA, sanubari.co.id - Kawasan Kota Lama Surabaya masih menjadi magnet wisatawan di Kota Pahlawan. Alhasil, daerah tersebut menjadi salah satu ruang penggerak ekonomi kreatif di kota tersebut.

Hal itu terlihat dalam Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata. Itu merupakan pameran kopi dan ekonomi kreatif yang mendapat dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa timur dan DPRD Jatim. 

Baca Juga: Bidik 30 Persen Wisatawan, Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Seribu Event

Dalam kegiatan tersebut, ratusan pengunjung memadati halaman Gedung Internatio, Jumat, 3 Juli 2026. Memang, festival itu dilaksanakan sebagai ajak pertemuan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan pemerintah dan masyarakat.

Para pelaku UMKM mengenalkan dan memasarkan berbagai produk unggulan berbasis ekonomi kreatif di Bumi Mojopahit. Kegiatan itu terbilang berhasil. Sejak siang hari, suasana di kawasan bersejarah itu tampak semarak.

Pengunjung bergantian mendatangi setiap stan untuk mencicipi kopi. Ada juga yang membeli produk olahan lokal, hingga berbincang langsung dengan para pelaku usaha mengenai proses produksi maupun cerita di balik setiap produk yang dipasarkan.

Setidaknya ada 20 tenan mengisi setiap tenan di sana. Mereka datang dari Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. 

Beragam produk ditawarkan, mulai dari kopi khas Nusantara, teh, coklat, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tidak hanya menghadirkan pameran produk, festival juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik yang membuat suasana Kota Lama semakin hidup.

Banyak pengunjung memilih menghabiskan sore hari sambil menikmati hiburan, berburu kuliner, sekaligus mendukung produk-produk lokal.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Jatim, Ali Afandi mengatakan, penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghubungkan sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif.

Kegiatan seperti festival kopi memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghadirkan hiburan. Kehadiran masyarakat dalam sebuah event mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha.

“Festival ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya kita untuk mendorong bagaimana pariwisata yang digabungkan dengan event,” katanya, Rabu, 8 Juli 2026.

“Dalam hal ini festival kopi, dapat mendorong terjalinnya ikatan dengan masyarakat sekaligus menjadi penggerak pengembangan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah berharap festival tersebut menjadi ruang lahirnya kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif. 

Melalui pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu: 2-3 Juli 2026, para pelaku usaha memiliki kesempatan memperluas jaringan bisnis, bertukar pengalaman, hingga membuka peluang kerja sama baru.

Baca Juga: BPBD Jatim dan BNPB Rintis Program UMKM Tangguh Bencana

“Kami yakin apabila semangat ini terus didorong, manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara luas. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan pada 10-12 Juli 2026 di Ciputra World Surabaya,” katanya.

Ali mengajak masyarakat terus memberikan dukungan terhadap produk-produk lokal dengan cara sederhana: datang ke setiap kegiatan dan membeli produk yang dipamerkan.

“Dengan hadir dan membeli produk UMKM, masyarakat telah ikut membantu menggerakkan ekonomi pelaku usaha di sekitar kita," ucapnya.

Ali juga mengapresiasi kepada DPRD Provinsi Jawa Timur atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival itu.

“Kami berharap langkah bersama ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya,” tambahnya.

Bagi para pelaku UMKM, festival semacam ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan merek kepada pasar yang lebih luas.

Pemilik Vestkopling Street Coffee Surabaya, Ponet mengaku merasakan manfaat besar dari keikutsertaannya dalam festival tersebut. Selama ini ia menjalankan usahanya di kawasan Jalan Darmo, tepatnya di depan Perpustakaan Bank Indonesia.

Menurutnya, kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang besar untuk mengenalkan merek kopinya kepada masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengetahui usahanya.

Baca Juga: Festival UMKM Surabaya Dorong Ekonomi Kreatif Jawa Timur

"Sangat membantu bagi UMKM seperti saya. Target utama saya ikut kegiatan ini memang promosi supaya semakin banyak orang mengenal brand Vestkopling," katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan skala yang lebih besar sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil memperoleh kesempatan memperluas pasar. “Semoga acaranya terus berlanjut, semakin meriah, dan semakin gokil,” ucapnya.

Pemilihan Kawasan Kota Lama Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan juga dinilai tepat. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan bersejarah tersebut berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Surabaya.

Arsitektur bangunan kolonial yang masih terawat, jalan-jalan bergaya klasik, serta suasana heritage menjadikan kawasan ini sebagai lokasi favorit wisatawan, terutama kalangan generasi muda yang gemar berburu konten fotografi.

Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas wisata, seperti tur menggunakan mobil antik Toerwagen maupun jip, menjelajahi empat zona tematik yang terdiri atas kawasan Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, hingga berburu sudut-sudut foto bernuansa vintage.

Perpaduan antara kekayaan sejarah Kota Lama dengan geliat ekonomi kreatif melalui festival kopi dan UMKM menjadikan kawasan tersebut bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berharap sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Sinergi Membangun Negeri

Oleh: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, penulis buku Prabowo untuk Indonesia Raya Petang ini Kita kaget bukan main, ada berita liar tersebar: POLRI vs