BONTANG, sanubari.co.id - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bontang, aman. Setidaknya sampai akhir tahun. Sehingga, masyarakat Kota Taman tidak perlu panik. Utamanya bagi umat kristen yang memperingati hari raya Natal.
“Tadi kami baru rapat tentang stok BBM di Bontang. Ternyata masih aman. Setidaknya, untuk BBM subsidi, stoknya bisa sampai akhir tahun ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Daerah (Setda) Bontang, Moch. Arif Rokhman, Kamis, 11 Desember 2025.
Baca juga: Shell Indonesia Alihkan Kepemilikan Bisnis SPBU ke Perusahaan Patungan
Ia mengungkapkan, dalam satu tahun, Kota Taman mendapatkan kuota BBM subsidi dari BPH Migas cukup besar. Untuk solar sebanyak 18.751 kiloliter (KL). Dari usulan pemkot Bontang sebanyak 41.681 KL.
Sementara, untuk pertalite, dari 76.768 KL yang diusulkan, kuota yang didapatkan sebesar 26.907 KL. Lalu, hingga November 2025, realisasi atau BBM yang sudah tersalurkan ke masyarakat untuk solar sebanyak 15.568 KL. Serta untuk Pertalite sebanyak 22.233 KL.
“Artinya, saat ini kita masih ada kuota yang cukup banyak. Untuk Solar, saat ini masih tersedia 3.183 KL dan Pertalite sebanyak 4.674 KL. Angka ini masih sangat cukup untuk kebutuhan BBM masyarakat Bontang,” terangnya.
Ia menjelaskan, dalam satu bulan, kebutuhan BBM di kota tersebut tidak terlalu banyak. Untuk solar hanya 1.500 KL dan Pertalite hanya 2 ribu KL. Semua kebutuhan itu disebar ke enam SPBU yang ada di Kota Taman.
Karena itu, ia menegaskan, kuota yang ada saat ini masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat Bontang. “Kalau kita lihat, realisasi SPBU per bulannya ini rata-rata hanya sekitar 1.500 KL saja,” bebernya.
Sementara, untuk BBM non-subsidi, ia mengungkapkan, tidak ada kuota. Sesuai kebutuhan dan kemampuan dari setiap SPBU di Kota Taman. “Kuota hanya diberikan kepada BBM subsidi saja,” katanya lagi.
Baca juga: DPR RI dan ESDM Jatim Kunjungan Pertamina Jatimbalinus, Pastikan BBM Dalam Stok Aman
Ia mengaku, beberapa waktu lalu, Pertamax distribusi ke Bontang sempat nyendat. Hal itu karena ada masalah teknis. Sehingga, sempat terjadi penundaan sementara distribusi Pertamax ke kota tersebut.
“Sekarang, permasalahan tersebut sudah selesai. Distribusi Pertamax termasuk BBM non-subsidi sudah kembali normal. Sehingga, stok BBM non-subsidi sampai akhir tahun juga saya pastikan aman,” ucapnya. (*)
Editor : Redaksi Sanubari