Polri targetkan jumlah kecelakaan tahun 2026 menurun dari tahun 2025

Perhatikan, Kapolri Ungkap Jam Rawan Kecelakaan Saat Lebaran

Reporter : Robby
Kapolri (tengah) saat berbicara di rakor lintas sektoral di Gedung STIK-PTIK (Divisi Humas Mabes Polri)

JAKARTA, sanubari.co.id - Guna memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan lancar, Polri siap menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13-25 Maret 2026 dengan tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”. Operasi ini akan melibatkan ratusan ribu personil.

Saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jam-jam rawan kecelakaan. Berdasarkan analisis dan evaluasi kecelakaan (anev laka), kecelakaan paling banyak terjadi jam 09.00 hingga 12.00 dengan total 532 kejadian. Penyebabnya, pada jam itulah aktivitas masyarakat di jalan meningkat, baik untuk bekerja, perjalanan antar kota, maupun mobilitas harian lainnya.

Baca juga: Langkah Strategis Kapolri: GMNI Jakarta Timur Dukung Pembentukan Tim Reformasi Polri

"Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” jelasnya di Gedung STIK-PTIK, Jakarta pada hari Senin, 2 Maret 2026.

Selain kepadatan lalu lintas, anav laka juga menunjukkan kelalaian menjaga jarak aman, abai terhadap situasi sekitar, dan tidak menjaga kecepatan kendaraan juga jadi penyebab kecelakaan.

Baca juga: Pengurus Pusat GMKI 2025-2027 Dilantik, Prima: Mewujudkan "Masa Depan Milik GMKI"

"Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” tambah Kapolri.

Secara interal, anev laka ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Terutama jelang masa mudik dan arus balik Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi.

Terkait angka kecelakaan pada masa mudik dan arus balik Lebaran, jumlahnya pada tahun 2025 turun 31,43 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara angka korban meninggal dunia menurun hingga 53,24 persen, luka berat turun 7,19 persen, dan luka ringan berkurang 27,85 persen.

Kapolri menargetkan penurunan juga akan terjadi tahun ini. Untuk itu, sosialisi dan edukasi kepada masyarakat akan terus berlanjut. (*)

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru