JAKARTA, sanubari.co.id - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis, 12 Maret 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat tengah melintas di Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat, seusai menghadiri sebuah podcast.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian menunjukkan pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai satu sepeda motor. Pelaku sempat berpapasan dengan Andrie, berputar arah, lalu kembali untuk menyiramkan cairan yang diduga air keras. Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan.
Baca juga: UTarki : Semua Orang Berhak Dapat Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau
Andrie yang berteriak kesakitan lantas ditolong warga. Ia dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hasil pemeriksaan oleh dokter menyebut ia mengalami luka bakar 25 persen.
Tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Gomar Gultom, mengecam keras penyerangan terhadap Andrie.
"Serangan ini pastilah tidak bersifat personal. Ini serangan buat kita semua, yang menghendaki tegaknya hukum dan HAM," katanya melalui pernyataan tertulis pada hari Jumat, 13 Maret 2026.
Baca juga: Humas KAI Daop 1 Jakarta: 567 Ribu Tiket Angkutan Lebaran Terjual
Ia mengingatkan bahwa kasus penyerangan seperti ini bukan yang pertama. Beberapa tahun lalu, penyidik KPK Novel Baswedan juga mengalami kejadian serupa. Maka ia meminta pihak kepolisian melakukan pengusutan demi membongkar pelaku, motif, dan dalangnya.
"Hendaknya aparat tidak membiarkan impunitas terhadap pelaku, dan tidak berhenti pada pelaku di lapangan, sebagaimana yang dialami Novel Baswedan di waktu-waktu lalu. Pada saat sama kita juga menuntut kepolisian untuk memberikan perlindungan keselamatan kepada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang selama ini bersuara kritis atas situasi terkini," tambahnya.
Baca juga: Gelar Diskusi Publik, DPP GMNI Kupas Disorientasi Fungsi Kementerian
Di sisi lain, ia meminta agar kejadian ini tidak mengendurkan semangat para aktivis HAM untuk terus bersuara.
"Kejadian ini hendaknya tidak menyurutkan semangat juang teman-teman pegiat HAM dalam menegakkan supremasi hukum dan dipenuhinya HAM setiap dan semua masyarakat," pungkasnya.
Editor : Robby