JEPANG, sanubari.co.id - Indonesia menjajaki kemungkinan kerjasama energi dengan Brunei Darussalam. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait pertemuannya dengan Wakil Menteri Energi Brunei Darussalam Dato Seri Paduka Awang Haji Mohamad Azmi Bin Haji Mohd Hanifah pada pada hari Minggu, 15 Maret 2026.
Salah satu bahasan dalam pertemuan yang dilakukan di sela-sela forum Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Jepang, tersebut terkait peluang impor minyak bumi. Adapun kapasitas produksi minyak Brunei saat ini sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari.
Baca juga: Menteri Bahlil Wujudkan Swasembada Energi Lewat Sumur Minyak Rakyat
"Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategi yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan negeri nasional tetap dalam kondisi aman," jelas Bahlil melalui keterangan tertulis.
Di sisi lain, Brunei dikabarkan tertarik mempelajari teknologi onchanced oil recovery (EOR) yang diterapkan Pertamina. Teknologi ini diperlukan untuk meningkatkan produksi sumur-sumur minyak tua. Pembicaraan juga menyinggung soal diversifikasi energi.
“Kami siap melakukan kerja sama untuk sharing pengalaman dan pengetahuan untuk berbicara teknis, nanti akan saya siapkan dengan senang hati untuk berbagi dan belajar,” kata Bahlil.
Hal lain yang dibahas adalah peluang investasi melalui kerangka Koridor Ekonomi Indonesia (KEI) atau Indonesian Economic Development Corridor (IEDC).
Melalui skema ini, Brunei dapat berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya di wilayah terpencil (remote area).
"Ini adalah momentum emas bagi kolaborasi kawasan," pungkas Bahlil.
Editor : Robby