ACEH, sanubari.co.id - Presiden Prabowo Subianto memuji proses pemulihan paska bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasalnya, proses pemulihan hingga hari ini telah mendekati 100 persen. Masyarakat yang terdampak bencana telah pindah dari tenda pengungsian ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap.
"Alhamdulilah, di tenda sudah tidak ada lagi. Sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap," kata Prabowo usai melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan karang Baru, pada hari Sabtu 21 Maret 2026.
Selain hunian, masyarakat kini juga telah dapat mengakses listrik serta mendapat bantuan sosial. Mengenai listrik, kini hanya lima desa di Aceh yang masih belum mendapatkannya. Tim dari pemerintah masih terus mengupayakan meski terkendala medan yang sulit.
Proses pemulihan di Aceh mendapat dukungan penuh PT Hutama Karya bersama sejumlah BUMN di bawah Danantara. PT Hutama Karya menyediakan kawasan-kawasan hunian sementara di jalur penghubung Banda Aceh - Medan. Setiap kawasan memiliki fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) terintegrasi. Mulai dari sanitasi, dapur umum, hingga jaringan internet. Adapun hunian warga di situ berukuran 4,5 meter x 4,5 meter dengan standar minimum yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Fokus kami adalah memastikan warga Aceh Tamiang dapat merayakan hari kemenangan ini dengan rasa aman dan nyaman. Huntara yang kami bangun telah dilengkapi listrik, air bersih, serta akses jalan internal yang memadai," kata Plt Executive Vice Presiden Sekretaris Hutama Karya, Hamdani.
Selain hunian warga, PT Hutama Karya melakukan rehabilitasi infrastruktur, seperti Jembatan Lawe Mengkudu dan Jembatan Lawe Penanggalan. Jembatan Lawe Mengkudu sepanjang 36 meter menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Sedangkan Jembatan Penanggalan yang memiliki panjang 48 meter menghubungkan Kutacane dan Blangkejeren. Keduanya berada pada koridor Lintas Tengah yang menjadi akses penting aktivitas harian warga serta distribusi logistik.
Editor : Robby