IRAN, sanubari.co.id - Ancaman keamanan akibat perang tidak menyurutkan warga ibukota Iran melaksanakan shalat Idul Fitri. Dilansir dari AFP, ribuan warga Teheran sejak pagi telah memadati Masjid Agung Imam Khameini yang berada di pusat kota. Banyaknya warga yang datang membuat area masjid penuh sesak, sehingga banyak yang terpaksa shalat di luar masjid.
Stasiun televisi milik pemerintah Iran menayangkan video kepadatan di area masjid. Namun demikian, sosok Mojtaba Khameini tidak nampak hadir. Pemimpin tertinggi Iran tersebut belum pernah muncul di pubik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khameini, yang tewas akibat serangan rudal koalisi Israel - Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Ketua Peradilan Iran, Gholam Hossein Mohseni Ejei, hadir untuk shalat bersama warga.
Baca juga: Dikhawatirkan Jadi Ancaman, 2.000 Bom Israel Sasar Fasilitas Rudal Iran
Baca juga: Geopolitik Timur Tengah Terus Memanas, Kemendag Lakukan Ini...
Situasi keamanan di Iran belum kondusif. Bahkan suara ledakan sesekali terdengar di Teheran serta wilayah sekitarnya.
Sakalipun tidak menghadiri shalat, Mojtaba Khamenei tetap menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. Melalui
akun X pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, ia mengatakan bahwa tahun ini musim semi spiritualitas bertepatan dengan musim semi alam, yakni Idul Fitri dan Nowruz (Tahun Baru Persia). Ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh warga Iran atas dua hari raya tersebut.
Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Rantai Pasok Global Terganggu
Nowruz, yang berarti "hari baru", adalah festival tradisional yang menandai titik ekuinoks musim semi, kelahiran kembali alam, dan awal tahun baru di Iran. Perayaan ini sudah berusia lebih dari 3.000 tahun. Tahun ini, Nowruz jatuh pada 20 Maret dalam kondisi prihatin karena dilanda perang. Terakhir kali warga Iran merayakan Nowruz dalam suasana perang adalah pada 1980-an. Saat itu Iran sedan berperang melawan Irak.
Editor : Robby