Dukung Swasembada Pangan dan Pengendalian Banjir

Spillway Sungai Tanggul Jember Rampung

Reporter : Robby
Pembangunan spillway Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. (Foto: PU SDA Jember kepada sanubari.co.id)

SURABAYA, sanubari.co.id - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur menuntaskan pembangunan pelimpah (spillway) Sungai Tanggul di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Plt Kadis PU SDA Jatim, I Nyoman Gunadi mengatakan, infrastruktur strategis tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan. Sekaligus meningkatkan pengendalian banjir di kawasan selatan Jember.

Baca juga: HUT ke-52, RS Korpri Pura Raharja Surabaya Luncurkan Layanan Klinik Komprehensif

Pekerjaan pembangunan resmi diserahterimakan pada 2 Juni 2026, lebih cepat dari batas akhir masa perpanjangan kontrak yang ditetapkan hingga 14 Juni 2026.

“Penyelesaian lebih awal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menyediakan infrastruktur sumber daya air yang andal bagi masyarakat. Khususnya petani dan nelayan,” katanya kepada awak media beberapa waktu lalu.

Pembangunan pelimpah dilakukan sebagai tindak lanjut atas kerusakan bangunan sebelumnya yang dipicu tingginya debit banjir akibat curah hujan lebat. Terjadi baik dari wilayah hulu maupun hujan lokal.

Tim PU SDA Jatim saat meninjau hasil dari proyek Spillway sungai Tanggul, di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. (Foto: PU SDA Jember kepada sanubari.co.id)

Perbaikan dilaksanakan secara intensif melalui dua tahap perpanjangan waktu, yakni selama 50 hari kalender pada 1 Januari hingga 19 Februari 2026, kemudian dilanjutkan selama 115 hari kalender pada 20 Februari hingga 14 Juni 2026.

Pemberian kesempatan menyelesaikan pekerjaan tersebut telah mengacu pada Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021. Langkah itu dinilai efektif untuk memastikan seluruh konstruksi pelimpah selesai sesuai spesifikasi teknis tanpa mengurangi standar mutu bangunan.

“Meski pekerjaan utama telah rampung, kami masih menyiapkan pekerjaan lanjutan pada 2026. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pengamanan bangunan,” katanya lagi.

Baca juga: Ngarak Banteng 1 Suro, Tradisi Budaya Jawa Timur Kembali Digelar

Kegiatan tersebut meliputi perpanjangan perkuatan sayap hulu kanan, serta restorasi lanjutan di bagian hilir pelimpah yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“Penyelesaian pekerjaan lanjutan itu diharapkan mampu mengatasi kendala teknis. Sehingga seluruh fungsi bangunan dapat beroperasi secara optimal,” terangnya.

Keberadaan pelimpah Sungai Tanggul diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian. Infrastruktur ini mampu mengairi sekitar 1.046 hektare lahan sawah produktif di Kabupaten Jember.

Petani juga dapat memanfaatkan aliran lama Sungai Tanggul yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan irigasi. Saat ini, normalisasi alur sungai masih terus dilakukan guna memastikan kecukupan debit air.

Baca juga: DPP PKB Tetapkan 38 Ketua DPC Se-Jawa Timur untuk Periode 2026-2031

Selain mengurangi potensi banjir, pelimpah tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan air irigasi sepanjang musim tanam.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian di Kabupaten Jember diharapkan meningkat dan mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan.

Dinas PU SDA Jawa Timur menegaskan bahwa pembangunan dan penyempurnaan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu prioritas untuk menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sinergi antara perencanaan teknis, kualitas konstruksi, dan kebutuhan masyarakat menjadi fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian sektor pertanian di Jawa Timur. (*)

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru