Venezuela, sanubari.co.id – Operasi penyelamatan dilakukan pasca gempa bumi kembar (doublet) berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026. Hingga Minggu, 28 Juni 2026, situasi di wilayah terdampak seperti La Guaira, Yaracuy, dan ibu kota Caracas masih berada dalam status darurat nasional. Sementara itu, data korban jiwa dan infrastruktur yang rusak terus bertambah.
Berdasarkan data resmi pemerintah dan badan kemanusiaan PBB per 27 Juni 2026, korban tewas mencapai 1.430 orang. Sementara itu, sebanyak 3,238 orang mengalami luka-luka dan lebih dari 68.900 orang dinyatakan masih hilang. Adapun kerugian fisik mencapai US$6,7 miliar, atau setara dengan enam persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Venezuela.
Saat ini sebanyak 24 negara telah mengirimkan bantuan darurat berupa makanan dan obat-obatan. Sebanyak 2.741 petugas penyelamat khusus (Urban Search and Rescue) serta 140 anjing pelacak juga dikerahkan guna mempercepat evakuasi. Bantuan dari Unicef telah tiba di lokasi membawa 20 ton pasokan medis dan air. Pemberian bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,8 juta warga penyintas, termasuk 680.000 anak-anak yang kehilangan akses air bersih dan sekolah.
Merespons penanganan bencana ini, Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, memberikan keterangan mengenai integrasi tim penyelamat global.
"Para petugas penyelamat internasional kini telah terintegrasi penuh dengan tim nasional kami. Kami bekerja bahu-membahu dalam menanggapi keadaan darurat ini untuk menyelamatkan setiap nyawa yang masih bisa dievakuasi," ujar Rodríguez lewat akun Telegram resminya.
Di sisi lain, perwakilan lembaga internasional menyoroti skala kebutuhan logistik di lapangan yang kian kritis seiring rusaknya puluhan rumah sakit.
"Tiga hari pasca-bencana, skala kebutuhan riil di lapangan menjadi semakin jelas. Rumah-rumah sakit beroperasi melampaui kapasitasnya, ribuan anak kehilangan akses air bersih, dan banyak sekolah hancur," ungkap Manuel Rodriguez Pumarol, Perwakilan UNICEF di Venezuela, yang menegaskan perlunya suntikan dana darurat sebesar 52 juta dolar AS guna menjamin keberlanjutan bantuan kemandirian warga dalam beberapa pekan ke depan.
Meskipun terkendala oleh padamnya jaringan listrik dan telekomunikasi, tim penyelamat yang dibantu warga terus bekerja mencari para korban yang terjebak di tengah puing-puing reruntuhan. Kerja keras mereka berhasil menyelamatkan banyak korban. Termasuk seorang anak berusia 11 tahun yang terjebak selama tiga hari di bawah reruntuhan beton bangunan di La Guaira.
Editor : Robby