Jakarta, sanubari.co.id - Kasus penemuan ratusan senjata api (senpi) di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memasuki babak baru.
Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan kini melakukan penyelidikan mendalam atas temuan nyaris seribu pucuk senjata, amunisi, hingga barang terlarang lainnya yang tersembunyi di area sekolah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber berita, penemuan bermula saat pengelola sekolah membuka ruangan kerja mantan Ketua Yayasan berinisial IW untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar pada 10 dan 11 Juli.
Mantan pimpinan yayasan tersebut diketahui telah diberhentikan sejak April lalu akibat dugaan penyalahgunaan dana.
Penggeledahan lanjutan pada awal Agustus kembali mengungkap fakta mengejutkan. Pihak sekolah menemukan total sekitar 995 unit senjata—terdiri dari senjata api peluru tajam berbagai kaliber (seperti AK-47, M4, dan pistol), airsoft gun, taser gun, magazine, hingga alat pembuat peluru.
Selain senjata, ditemukan pula paket narkoba jenis sabu dan ganja, puluhan keping VCD porno, serta satu ruangan terkunci yang terindikasi berbentuk bunker.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menegaskan pihaknya telah menyerahkan temuan ini ke pihak berwajib dan meminta kepolisian membongkar seluruh area.
"Kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka agar tidak ada lagi senjata yang tertinggal," ujar Hermawanto saat memberikan keterangan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu 6 Agustus 2026, sore.
Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian memastikan telah bertindak cepat. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menyatakan bahwa kepolisian telah menerbitkan Laporan Polisi Model A sejak awal penemuan sebelum menerima laporan resmi dari masyarakat.
"Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," kata AKP Joko Adi Wibowo saat menyampaikan keterangannya di Gedung Polres Metro Jakarta Selatan.
Joko menambahkan bahwa saat ini seluruh barang bukti sedang dalam penanganan penyidik untuk pemeriksaan laboratorium forensik dan uji balistik. "Terhadap perkara saat ini masih dalam tahap penyelidikan," tegasnya pada kesempatan yang sama di lokasi tersebut.
Polisi terus mendalami motif penyimpanan senjata bermuatan besar di lingkungan pendidikan tersebut serta melacak keberadaan mantan ketua yayasan guna dimintai pertanggungjawaban hukum. (*)
Editor : Robby