Ribuan warga nahdliyin diajak bermunajat mencari keadilan atas dugaan suap dan pengondisian

Kiai Asep Gelar Istigasah Selamatkan NU

Reporter : Michael Fredy Yacob
Asep Saifuddin Chalim

SURABAYA, sanubari.co.id - Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Asep Saifuddin Chalim menyoroti klaim panitia ihwal kelancaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. 

Panitia sebelumnya menyebut bahwa perhelatan tersebut berjalan lancar, demokratis, serta bebas dari tekanan, suap (risywah), maupun penyekapan.

Baca juga: Buntut Isu Risywah Muktamar Jombang, Ulama Yogyakarta Desak Rais Aam PBNU Mundur

Namun, Asep membantah keras klaim tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, ini menyebut praktik suap dan pengkondisian dalam muktamar justru telah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat.

"Rahasia umum itu artinya barang yang semestinya dirahasiakan, tapi masyarakat sudah tahu semuanya. Karena itu, warga nahdliyin perlu memohon keadilan kepada Allah untuk menunjukkan kebenaran melalui istigasah," kata Asep di kediamannya, kawasan Siwalankerto, Surabaya, Senin, 21 September 2026.

Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini menilai muruah NU saat ini sedang tercoreng.

Ia mengajak seluruh warga nahdliyin yang tersinggung atas perlakuan terhadap organisasi tersebut untuk hadir dalam istighosah akbar yang akan diselenggarakan pada Ahad, 27 September 2026.

Baca juga: Gus Lilur Kembali Gaungkan “Ber-NU tanpa ber-PBNU”

Asep memprediksi kegiatan ini akan diikuti oleh ribuan warga nahdliyin yang ingin bermunajat menuntut keadilan terhadap pihak-pihak yang merusak nama baik NU melalui praktik curang.

Meski menyorot tajam dugaan kecurangan, Asep memastikan tidak akan menyebutkan nama spesifik dalam istighosah nanti. Menurutnya, masyarakat sesungguhnya sudah mengetahui siapa aktor di balik pengkondisian tersebut.

Ia juga berpesan agar pihak yang tidak merasa berbuat zalim terhadap NU tidak perlu khawatir dengan agenda doa bersama ini. "Siapa pun tidak boleh tersinggung. Kalau ada yang tersinggung, berarti mereka yang melakukan," tegasnya.

Baca juga: Gus Lilur Dorong Sekjen PBNU Bukan Dari Jawa Timur, ini Analisanya...

Sebagai penutup, Asep meyakini bahwa jalur spiritual adalah solusi terbaik di tengah kemelut ini.

"Kita hanya akan meminta keadilan kepada Allah agar menghancurkan orang-orang yang menzalimi Nahdlatul Ulama di Muktamar ke-35 Jombang. Saya kira itulah jalan keluarnya," ucapnya. (*)

Editor : Michael Fredy Yacob

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru