BNNK Bontang bersama Polres Bontang memeriksa urine 60 pengunjung tempat hiburan malam

Razia Hiburan Malam Bontang, Tiga Positif Narkotika

avatar Jay Verdade
Prosesi tes urine yang dilakukan oleh BNNK Bontang dan tim di salah satu hiburan malam di Bontang, Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BNNK Bontang)
Prosesi tes urine yang dilakukan oleh BNNK Bontang dan tim di salah satu hiburan malam di Bontang, Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: BNNK Bontang)

BONTANG, sanubari.co.id - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Bontang menggelar razia narkotika di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Bontang Selatan, Kamis malam, 15 Oktober 2026.

Dari 60 orang yang menjalani tes urine, tiga di antaranya dinyatakan positif mengandung metamfetamin dan amfetamin.

Baca Juga: Kemensos Berdayakan Eks Pengguna Narkotika di Bontang

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan tempat hiburan malam.

“Kami kembali melakukan razia tempat hiburan malam melalui deteksi dini dengan tes urine. Hasilnya, tiga pengunjung positif menggunakan sabu,” kata Lulyana saat dihubungi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Razia itu melibatkan sejumlah unsur, yakni Polres Bontang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bontang.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 Wita. Sebelum menuju lokasi, petugas mengikuti apel dan pengarahan di halaman Polres Bontang. Tim kemudian melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel urine di Pub Planet Gembira Bontang.

Baca Juga: BNNK Bontang Tes Urine Pegawai Dishub Bontang, Begini Hasilnya...

Tiga orang yang dinyatakan positif selanjutnya dibawa ke Kantor BNNK Bontang untuk menjalani asesmen lebih lanjut.

Lulyana mengatakan salah satu dari tiga orang tersebut merupakan karyawan perusahaan subkontraktor di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Ia berharap perusahaan meningkatkan upaya deteksi dini terhadap karyawan, antara lain melalui tes urine secara berkala maupun pemeriksaan mendadak.

Baca Juga: Narkoba Incar Pelajar, BNN Turun Tangan

“Kami tidak ingin aktivitas perusahaan terganggu. Karena itu, deteksi dini perlu lebih diperkuat, baik saat penerimaan karyawan baru maupun secara rutin terhadap karyawan lama. Kalau terjadi sesuatu, perusahaan juga bisa terkena dampaknya,” ujar Lulyana.

BNNK Bontang terus mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika agar masyarakat semakin memahami risikonya. Deteksi dini diharapkan menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan yang tepat bagi orang yang terindikasi menggunakan narkotika.

Penanganan tersebut dapat dilakukan melalui proses hukum maupun pendekatan kesehatan dan rehabilitasi, sesuai dengan hasil asesmen serta kondisi masing-masing individu. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Gus Lilur Desak Dua Menteri Dicopot

SURABAYA, sanubari.co.id - Perselisihan terkait dugaan politik uang dan korupsi dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur,