Kolaborasi Kemensos dan BNN Bontang menargetkan kemandirian ekonomi mantan pengguna narkoba

Kemensos Berdayakan Eks Pengguna Narkotika di Bontang

avatar Michael Fredy Yacob
Pertemuan Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani dengan tim dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung wilayah Kalimantan Timur, Rabu, 23 September 2026.
Pertemuan Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani dengan tim dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung wilayah Kalimantan Timur, Rabu, 23 September 2026.

BONTANG, sanubari.co.id - Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung wilayah Kalimantan Timur menyambangi kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang pada Rabu, 23 September 2026. 

Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam memberdayakan mantan pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (eks napza).

Baca Juga: BNNK Bontang Tes Urine Pegawai Dishub Bontang, Begini Hasilnya...

Koordinator Wilayah Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Suratinah, menyatakan BNN merupakan mitra strategis Kemensos dalam mengentaskan eks napza. 

Pemberdayaan tersebut disalurkan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) agar para penerima manfaat dapat kembali mandiri usai merampungkan masa rehabilitasi. Di Bontang, program Atensi menargetkan enam eks pengguna napza. 

Saat ini, dua orang di antaranya telah menerima bantuan berupa dukungan kewirausahaan dan paket sembako untuk pemenuhan kebutuhan hidup layak.

Suratinah menegaskan bantuan tersebut sengaja disalurkan dalam wujud barang, bukan uang tunai.

"Kami prioritaskan dalam bentuk barang karena bantuan uang biasanya rawan disalahgunakan. Jadi, ini bentuk pencegahan," ujar Suratinah.

Penyaluran bantuan di Bontang bulan ini merupakan bagian dari target yang lebih luas di Kalimantan Timur, yang mencakup Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. 

Baca Juga: Narkoba Incar Pelajar, BNN Turun Tangan

Pada April 2026, Kemensos telah lebih dulu mendistribusikan bantuan serupa kepada 10 penerima di Kutai Kartanegara.

Secara keseluruhan, target penerima manfaat dari kalangan eks napza di Kalimantan Timur sepanjang 2026 mencapai 660 orang. "Intinya, pemberdayaan ini diberikan agar mereka mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat," kata Suratinah.

Langkah Kemensos ini disambut positif oleh Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani. Ia menilai kolaborasi antarlembaga sangat krusial dalam menangani persoalan narkotika, termasuk untuk upaya pencegahan di lingkungan masyarakat rentan.

"Kami bisa saling berbagi dan berkolaborasi merancang pola kegiatan untuk menangani masalah mantan pengguna narkoba," ucap Lulyana.

Baca Juga: Selundupkan Narkotika, Kapal MV king Sun Diamankan di Bintan

Lulyana memaparkan, sasaran pemberdayaan tidak hanya eks napza, tetapi juga kelompok masyarakat miskin—khususnya yang masuk dalam desil 1 dan 2—yang rentan terjerat penyalahgunaan narkotika. 

BNN berkomitmen untuk mencari, melatih, serta memberikan modal usaha bagi kelompok rentan tersebut dengan pendampingan yang berkelanjutan.

"Harapannya, masyarakat yang berada dalam kondisi rentan ini bisa mandiri secara ekonomi sekaligus terbebas dari potensi penyalahgunaan narkoba," tuturnya. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Hanura Bergerak Sejak Dini

SURABAYA, sanubari.co.id - Mesin partai Hanura mulai dipanaskan. Target besar dipatok partai ini di pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Wajar, karena saat ini