Bangkok, sanubari.co.id — Pemerintah Kota Bangkok resmi menetapkan status darurat bencana banjir di seluruh 50 distrik. Status ini sebagai respons tingginya curah hujan yang mengguyur ibu kota Thailand tersebut selama hampir 48 jam nonstop sejak 24 September 2026.
Laporan dari berbagai media internasional seperti Reuters, Associated Press (AP), dan Channel NewsAsia (CNA) menyebutkan bahwa intensitas hujan ekstrem yang mencapai hampir 300 milimeter telah merendam jalan-jalan utama, melumpuhkan arus lalu lintas, serta memaksa ratusan warga mengungsi.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi—bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa di sejumlah wilayah bagian tengah dan timur kota—membuat puluhan kendaraan mogok dan ditinggalkan pemiliknya. Saluran air dan kanal utama kota dilaporkan meluap karena tak lagi mampu menampung debit air hujan yang berlebih.
Secara nasional, lembaga penanggulangan bencana setempat mencatat lebih dari 84.000 jiwa di 21 provinsi turut terdampak oleh cuaca ekstrem ini.
Pengendara motor terjebak banjir. (Getty Images)
Menanggapi krisis yang kian memburuk, Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, menetapkan status zona bencana untuk mempercepat pengerahan bantuan dan alokasi dana darurat. Beliau meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan mewaspadai potensi bahaya.
"Situasi saat ini menimbulkan risiko nyata bagi keselamatan jiwa manusia dan berpotensi menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas publik maupun properti pribadi," tegas Gubernur Chadchart Sittipunt dalam pernyataan resminya.
Gubernur Kota Bangkok, Chadchart Sittipunt. (ist)
Ia mengonfirmasi bahwa seluruh armada penanganan banjir dan pompa air telah dikerahkan secara maksimal.
"Hujan deras diperkirakan masih akan berlanjut, namun banjir akan berangsur surut begitu curah hujan menurun seiring langkah petugas kota memompa keluar air banjir secepat mungkin," tambah Chadchart.
Sementara itu, Departemen Meteorologi Thailand memperingatkan bahwa kombinasi sistem tekanan udara rendah yang kuat dan angin muson barat daya masih berpotensi memicu hujan lebat hingga beberapa hari ke depan.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas mengubah puluhan sekolah menjadi posko pengungsian sementara serta menyediakan dapur umum bagi warga terdampak. Peringatan darurat juga dikirimkan secara langsung ke ponsel penduduk melalui sistem peringatan dini cell-broadcast.
Seorang pria menggunakan tabung plastik besar untuk menerjang banjir di distrik Bang Bua, Bangkok. (AFP)
Meski banjir melumpuhkan banyak ruas jalan utama, Bandara Internasional Suvarnabhumi dilaporkan tetap beroperasi secara normal. Namun, Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengimbau calon penumpang dan wisatawan untuk berangkat 2 hingga 3 jam lebih awal guna menghindari kemacetan parah di jalur menuju bandara.
Otoritas juga mengingatkan warga di sepanjang bantaran sungai dan kanal agar segera memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Editor : Robby