Lourdes, sanubari.co.id — Paus Leo XIV mendesak Gereja Katolik untuk mengakui kegagalannya sendiri dan menyembuhkan "luka mendalam" yang terjadi di internal institusi tersebut. Hal tersebut disampaikannya beberapa jam sebelum bertemu dengan para korban pelecehan seksual oleh pastor di Prancis pada 27 September 2026.
Berbicara di hadapan kerumunan yang diperkirakan mencapai 150.000 orang di sebuah lapangan luas dekat tempat ziarah terkenal Lourdes, Paus Leo menegaskan bahwa Gereja harus memiliki keberanian untuk menghadapi masa lalu.
"Untuk menyembuhkan luka mendalam, ketidaksetiaan, dan kesalahan menyakitkan yang telah terjadi di dalam (Gereja), kita harus dengan rendah hati menempatkan diri di bawah pandangan pemurnian Tuhan," kata Paus Leo di hadapan para peziarah yang datang dari seluruh Prancis dan berbagai penjuru dunia.
Lautan manusia menyambut kedatangan Paus Leo. (Reuters)
Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan Paus Leo selama empat hari ke tiga kota di Prancis, di mana ia juga kembali menyerukan agar dunia meninjau ulang pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Sebelum misa, Paus Leo bertemu dengan para uskup Prancis di tempat ziarah tersebut. Ia berterima kasih atas "langkah-langkah berani" yang telah mereka ambil untuk menangani "wabah menyakitkan berupa pelecehan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh anggota klerus."
"Anda harus terus melanjutkan jalan yang telah dimulai, dengan tetap menjaga kewaspadaan tertinggi," pesan Paus Leo kepada para uskup, seraya mendorong mereka untuk senantiasa memiliki keberanian mengakui kegagalan demi cinta akan kebenaran dan tekad menyembuhkan luka dengan kasih sayang Sang Gembala Baik.
Paus dijadwalkan menggelar pertemuan tertutup dengan tujuh korban pelecehan oleh klerus di Prancis pada hari yang sama. Sejumlah penyintas menyatakan keraguan bahwa pertemuan tersebut akan menghasilkan perubahan cepat dari pihak gereja.
Kunjungan ke Lourdes turut diwarnai kontroversi terkait mosaik karya Rev. Marko Rupnik, seniman yang dituduh melakukan pelecehan seksual oleh lebih dari 20 perempuan. Mosaik-mosaik besar tersebut ditutup dengan terpal kuning pudar selama kunjungan Paus berlangsung.
Lima korban dugaan pelecehan Rupnik sebelumnya mengirim surat terbuka kepada Paus pada Kamis, 24 September 2026, lalu yang berisi kritikan terhadap proses persidangan Vatikan terhadap pelaku pelecehan yang masih berlangsung.
Paus Leo sebelumnya juga pernah meminta maaf secara langsung atas skandal pelecehan yang mencoreng kredibilitas Gereja di berbagai belahan dunia.
Dalam kunjungannya ke Spanyol pada Juni lalu, ia juga meminta para uskup untuk mendengarkan para penyintas dan memberikan bentuk pemulihan bagi mereka.
Editor : Robby