BoE: Utang, AI, dan Gejolak Energi Ancam Sistem Keuangan

avatar Robby
Bank of England. (ist)
Bank of England. (ist)

London, sanubari.co.id – Bank of England (BoE) memperingatkan meningkatnya risiko terhadap stabilitas sistem keuangan Inggris akibat kombinasi utang, pembiayaan sektor kecerdasan buatan (AI), serta gejolak harga energi. Peringatan tersebut disampaikan Financial Policy Committee (FPC) dalam pembaruan penilaian stabilitas keuangan pada 30 September 2026.

BoE menilai sejumlah kerentanan yang sebelumnya telah teridentifikasi dapat muncul secara bersamaan apabila terjadi guncangan baru terhadap perekonomian. Konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak serta gas menjadi salah satu faktor yang kembali meningkatkan tekanan di pasar keuangan.

“Risiko bahwa kelemahan yang saling terhubung dalam sistem keuangan akan terwujud telah meningkat,” kata Financial Policy Committee Bank of England, sebagaimana dikutip Reuters.

Kenaikan harga energi telah mendorong imbal hasil obligasi ke tingkat yang belum terlihat sejak 2008. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah, perusahaan, dan rumah tangga sekaligus memperketat kondisi keuangan.

Meski demikian, BoE menyatakan sistem keuangan dan pasar saham sejauh ini masih menunjukkan ketahanan. FPC mempertahankan Countercyclical Capital Buffer (CCyB) pada level 2 persen, yaitu penyangga modal yang dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan perbankan menghadapi tekanan keuangan.

Risiko lain berasal dari ekspansi investasi infrastruktur AI yang semakin banyak menggunakan pembiayaan berbasis utang. Dalam laporan Financial Stability Report Juli 2026, BoE mencatat perusahaan AI semakin bergantung pada pembiayaan eksternal, terutama utang, untuk membangun pusat data dan infrastruktur pendukung.

BoE mengutip estimasi OECD bahwa porsi pembiayaan investasi AI melalui kredit swasta meningkat dari 9 persen pada 2024 menjadi 34 persen pada 2025. Bank sentral Inggris memperingatkan, pertumbuhan utang AI yang cepat dapat menjadi sumber tekanan apabila pendapatan perusahaan tidak mampu menopang kewajiban utangnya.

Selain persoalan pembiayaan, perkembangan AI juga menghadirkan risiko operasional dan keamanan siber. BoE menilai kemajuan AI dapat memperbesar potensi serangan siber serta menciptakan kerentanan baru bagi lembaga keuangan.

Sementara itu, gejolak energi masih menjadi perhatian. BoE mencatat konflik di Timur Tengah telah menyebabkan harga energi dan suku bunga pasar bergerak volatil. Pada September, BoE mempertahankan suku bunga acuan di 3,75 persen, sementara inflasi Inggris mencapai 3,1 persen pada Agustus, di atas target 2 persen.

Dengan berbagai tekanan tersebut, BoE menilai risiko utama bukan hanya berasal dari satu faktor, melainkan kemungkinan beberapa kerentanan muncul bersamaan dan memperbesar dampaknya terhadap sistem keuangan.

Berita Terbaru