Lula berhasil mengantongi 51,79 persen suara sah atau setara dengan 64.256.232 pemilih.

Lula da Silva Kembali Pimpin Brasil untuk Periode Keempat

Reporter : Robby
Lula da Silva mengibarkan bendera usai memenangi pemilu presiden Brasil. (Reuters)

Brasil, sanubari.co.id - Panggung politik Amerika Latin kembali bergemuruh. Luiz Inácio Lula da Silva sukses mencetak sejarah besar setelah dipastikan kembali terpilih sebagai Presiden Brasil usai memenangi pemilu putaran kedua yang berlangsung sengit. Kemenangan ini sekaligus menobatkan politikus senior tersebut sebagai salah satu figur paling tangguh dalam sejarah negeri Samba.

Berdasarkan data resmi dari Mahkamah Pemilihan Umum Superior (TSE) Brasil, Lula berhasil mengantongi 51,79 persen suara sah atau setara dengan 64.256.232 pemilih. Ia sukses mengungguli rival beratnya, Flavio Nantes Bolsonaro dari Partai Liberal, yang meraup 48,21 persen atau sekitar 59.826.041 suara.

Baca juga: Respons Santai Singapura atas Pengurangan Pasokan Migas Indonesia

Kemenangan Lula terasa sangat dramatis dan penuh liku. Pasalnya, ia sukses melakukan comeback politik yang luar biasa setelah sempat tertinggal dari lawannya pada putaran pertama pemilu. Ini adalah pertama kalinya seorang kandidat di Brasil berhasil membalikkan keadaan dan memenangi kursi kepresidenan setelah mengekor di posisi kedua pada babak awal pemungutan suara.

Lula da Silva merayakan kemenangannya dalam pemilu presiden Brasil. (AP)

Baca juga: Penembakan Gereja Karak: Raja Yordania Janji Hukum Berat Para Pelaku

Di hadapan ribuan pendukungnya yang tumpah ruah merayakan malam pemilihan di Sao Paulo, Lula menyambut hasil pemiliy dengan penuh rasa syukur dan menyerukan pentingnya rekonsiliasi nasional.

"Ini bukan sekadar kemenangan pribadi atau kelompok politik semata, melainkan kemenangan bagi seluruh rakyat Brasil yang menginginkan demokrasi tetap berjalan di atas rel kesejahteraan dan keadilan sosial," ujar Lula dalam pidato kemenangannya.

Baca juga: Pemilihan Sekjen PBB 2026: Peluang dan Tantangan Rebeca Grynspan

Di sisi lain, dinamika politik yang ketat menunjukkan bahwa tantangan besar telah menanti di depan mata. Pemerintahan baru mendatang harus berjibaku memulihkan stabilitas ekonomi, meredam polarisasi sosial yang cukup tajam di tengah masyarakat, serta mengawal isu-isu strategis nasional.

Meski demikian, dengan rekam jejak ketangguhan politik yang telah teruji selama puluhan tahun —mulai dari periode pertamanya di tahun 2003 hingga kembali dipercaya memimpin untuk keempat kalinya— rakyat Brasil tampaknya masih menaruh asa besar pada tangan dingin sang veteran untuk membawa negara tersebut melangkah lebih jauh di kancah global.

Editor : Robby

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru