Dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan dilibatkan untuk memperkuat transformasi pembelajaran b

UNU Kaltim Jadi Ruang Awal Penguatan Ekosistem AI di Pendidikan Tinggi

Reporter : Jay Verdade
Workshop Sosialisasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi yang diinisiasi oleh Ketua Komisi X DPR RI sekaligus anggota DPR RI Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian. [Ist]

SAMARINDA, sanubari.co.id - Transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan mulai mendapat perhatian serius di lingkungan kampus Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Workshop Sosialisasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi yang diinisiasi oleh Ketua Komisi X DPR RI sekaligus anggota DPR RI Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian.

Baca juga: Galaxy S25 FE: Saat Smartphone Jadi Asisten Kreatif Berbasis AI

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pagi di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim dan dihadiri 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dalam pandangan Hetifah, kesiapan perguruan tinggi menghadapi era digital tidak lagi bisa ditunda.

Ia menilai bahwa AI telah menjadi bagian penting dari tata kelola pembelajaran modern sekaligus penentu daya saing lulusan.

"Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi. Kita harus menyiapkan mahasiswa sebagai talenta masa depan yang relevan dalam ekosistem digital,” ujarnya, dikutip Rabu, 3 Desember 2025.

Rektor UNU Kaltim, Hamdani, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi langkah strategis bagi perguruan tinggi di Kaltim untuk memperkuat kompetensi digital sivitas akademika.

Ia mengapresiasi peran Hetifah yang konsisten mendorong penguatan kapasitas melalui jalur kebijakan maupun program lapangan.

Baca juga: Siapkan Interview Lebih Efektif dengan Galaxy S25 FE dan Gemini AI

"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Hetifah yang selalu hadir, mendengar, dan membantu perguruan tinggi di Kaltim. Workshop ini adalah bukti nyata komitmen beliau dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi,” tegasnya.

Sejumlah tokoh akademik UNU Kaltim turut hadir, termasuk Ketua BPP UNU Kaltim Masjaya, pendiri sekaligus mantan rektor Farid Wadjdy, serta Fauzi A. Bahtiar dari PW NU Kaltim.

Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi memperlihatkan keseriusan institusi dalam mendukung agenda digitalisasi kampus.

Workshop menghadirkan dua narasumber dari bidang akademik dan industri.

Anindita Septiarini dari Universitas Mulawarman membahas implementasi AI dalam sistem pembelajaran, sementara CEO Borneo Mediatama Digital, Dedi Priansyah, menekankan penerapan praktis AI untuk meningkatkan efisiensi serta kreativitas proses pengajaran.

Baca juga: Mengapa Galaxy Z Fold7 Layak Disebut Asisten Bisnis Paling Cerdas Tahun Ini?

Sesi diskusi berlangsung interaktif, terutama ketika peserta menyoroti etika penggunaan AI, strategi penerapan dalam kurikulum, dan potensi riset.

Menutup rangkaian kegiatan, Hetifah kembali menegaskan bahwa kesiapan teknologi di perguruan tinggi Kaltim selaras dengan peran daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Saya berharap workshop ini menjadi langkah awal menuju ekosistem pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi. Kaltim harus tampil sebagai contoh transformasi digital di sektor pendidikan,” kata Hetifah.

Melalui agenda ini, Hetifah memastikan komitmennya untuk terus menghadirkan program penguatan kapasitas pendidikan berbasis teknologi di Kaltim melalui kolaborasi lintas sektor, kampus, dan kebijakan nasional.

Editor : Redaksi Sanubari

Serba Serbi
Berita Populer
Berita Terbaru