Mozambik, sanubari.co.id - Konferensi Episkopal Mozambik (CEM) mengumumkan prosesi pemakaman Uskup Osorio Citora Afonso akan dimulai pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Adapun upaya pemakaman akan digelar keesokan harinya di kompleks Pemakaman Klerus Keuskupan Agung Nampula.
Uskup Osorio Citora Afonso meninggal dunia pada Sabtu, 6 Juni 2026, dini hari oleh gerombolan bersenjata yang memasuki kediamannya. Otoritas keamanan Mozambik segera memulai penyelidikan untuk menemukan para pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Dari penyelidikan awal, juru bicara Layanan Investigasi Kriminal Nasional (SERNIC) di Zambezia, Maximino Amílcar, mengungkapkan para pelaku memanjat tembok serta merusak sistem keamanan. Mereka kemudian menyerang uskup menggunakan senjata jenis AK-M. Uskup tewas akibat luka tembak di bagian dada.
Pembunuhan yang menimpa Uskup Osorio mengundang berbagai kecaman, salah satunya dari Armando Guebuza, Presiden Mozambik dari tahun 2005 hingga 2015.
"Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan mengerikan ini harus segera ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban,” serunya.
Sementara itu, Presiden Gerakan Demokratik Mozambik (MDM) Lutero Simango mengingatkan bahwa pembunuhan bukan solusi untuk masalah apapun. Ia menekankan bahwa kekerasan brutal bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik atau menggantikan kekuatan argumentasi.
“Jika ada masalah, kita harus berdiskusi, kita harus berbicara, kita harus berdialog, dan tidak menggunakan kekerasan brutal seperti yang terjadi. Kami mendukung dialog, kami mendukung kekuatan argumen,” katanya.
Seperti di beberapa negara Afrika lainnya, kekerasan bersenjata dan terorisme menjadi persoalan menahun di Mozambik. Berbagai upaya penyelesaian telah dilakukan, tetapi semua menemui jalan buntu. Sekalipun demikian, lembaga-lembaga kemanusiaan dan pelayanan tetap tinggal demi membantu masyarakat. Uskup Osorio sendiri merupakan salah satu orang yang banyak mengingatkan bahwa wilayah Quelimane termasuk wilayah rawan.
Editor : Robby