Konektivitas kereta jarak jauh dan lokal kian diperluas

KAI Daop 8 Surabaya Integrasi 18 Stasiun di Jatim

avatar Michael Fredy Yacob
Salah satu stasiun kereta api di KAI Daop 8 Surabaya. (Foto: Humas KAI Daop 8 Surabaya untuk sanubari.co.id)
Salah satu stasiun kereta api di KAI Daop 8 Surabaya. (Foto: Humas KAI Daop 8 Surabaya untuk sanubari.co.id)

SURABAYA, sanubari.co.id - Konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur terus diperkuat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) daerah operasi (Daop) 8 Surabaya pun mengintegrasikan layanan kereta api jarak jauh dengan kereta commuter.

Kebijakan itu dilakukan untuk menyajikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, efisien dan berkesinambungan bagi penumpang.

Baca Juga: PT INKA Kembali Ekspor Locomotive Platform ke Australia, Nilai Kontrak Rp 145 Miliar

Hingga saat ini, dari total 40 stasiun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, 18 diantaranya telah terintegrasi penuh. 

Belasan stasiun membentang dari Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasar Turi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, hingga Wlingi.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, integrasi layanan ini merupakan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi umum yang saling terhubung.

"Masyarakat dari berbagai daerah kini makin mudah mengakses layanan kereta jarak jauh, begitu pula sebaliknya. Mereka bisa langsung melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur tanpa repot berganti moda transportasi," ujar Mahendro, Selasa, 21 Juli 2026.

Keberadaan 18 stasiun integrasi ini merupakan solusi atas tingginya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga. 

Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Berikan Diskon Tiket Kereta 30 Persen Saat Libur Sekolah

Penumpang yang baru tiba dari luar kota kini bisa mempercepat waktu tempuh dengan ongkos yang lebih ekonomis. Upaya ini juga sejalan dengan kampanye mobilitas ramah lingkungan lewat angkutan massal.

Kini, stasiun-stasiun tersebut tak lagi sekadar menjadi titik naik-turun penumpang, melainkan simpul mobilitas vital. 

Rute-rute yang terhubung mendekatkan masyarakat dengan beragam pusat aktivitas, mulai dari kawasan pendidikan, pusat pemerintahan, distrik bisnis, kawasan industri, hingga titik-titik wisata andalan di Jawa Timur.

Warga di wilayah penyangga seperti Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya kini memiliki akses yang lebih mulus untuk merambah kota-kota lain di Pulau Jawa.

Baca Juga: Libur Panjang, Pengguna Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 156 Ribu Orang

"Kami berharap kemudahan ini mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman, tepat waktu, dan berkelanjutan. Ujungnya, ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Mahendro.

Untuk memaksimalkan layanan ini, KAI mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanannya dengan saksama. Penumpang disarankan rajin mencocokkan jadwal kedatangan kereta jarak jauh dengan jadwal keberangkatan kereta commuter. 

Tujuannya agar proses transit berjalan lancar. Ke depan, KAI Daop 8 berjanji akan terus menyempurnakan ekosistem transportasi publik yang modern dan terkoneksi ini. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Oleh: HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Founder & Owner Batara Group (Bandar Tambang Nusantara Group) DUA hari lalu, dalam Simposium Nasional Outlook

Serba Serbi,

Sertifikasi Rumah Gratis untuk MBR

JAKARTA, sanubari.co.id - Program sertifikasi sektor perubahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah disepakati. Kesepakatan itu dicapai dalam