BONTANG, sanubari.co.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan mengelola arsip secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan.
Bagi perusahaan, arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan. Arsip merupakan aset informasi strategis yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Baca juga: 35 Tahun PTM Pupuk Kaltim Cetak Atlet Tenis Meja Berprestasi
Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F Purwanto mengatakan, arsip menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan, alat bukti, serta sumber pengetahuan korporasi.
Setiap kebijakan, inovasi, hingga pencapaian perusahaan, kata dia, selalu meninggalkan jejak informasi yang terdokumentasi.
“Ketika arsip dikelola dengan baik, perusahaan memiliki sumber data yang kuat untuk evaluasi, mitigasi risiko, hingga penyusunan strategi bisnis pada masa mendatang," ujar Purwanto saat membuka kegiatan Archive Connect x Evolution Pupuk Kaltim, Rabu, 3 Juni 2026.
Archive Connect x Evolution merupakan agenda yang digelar Pupuk Kaltim dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan karyawan, pelajar, serta tenaga pendidik di Kota Bontang sebagai upaya memperkuat literasi dan budaya sadar arsip di tengah masyarakat.
Selain itu, perusahaan menggelar sharing session bertajuk: "Pentingnya Akreditasi Kearsipan sebagai Cermin Mutu Tata Kelola Perusahaan".
Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh insan perusahaan untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan arsip sebagai bagian dari penguatan kinerja organisasi.
"Melalui arsip, kita dapat belajar melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi yang lebih baik. Karena itu, membangun budaya sadar arsip merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi maupun generasi penerus," kata Purwanto.
Ia menjelaskan, pengelolaan arsip yang baik akan mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih cepat dan tepat.
Di tengah percepatan transformasi digital dan semakin kompleksnya proses bisnis, perusahaan dituntut memiliki sistem kearsipan yang andal agar informasi strategis dapat dikelola secara efektif dan dipertanggungjawabkan.
Menurut Purwanto, pengelolaan arsip yang tidak optimal berpotensi menimbulkan berbagai risiko. Mulai dari aspek operasional, hukum, hingga keberlanjutan bisnis.
Karena itu, penguatan sistem kearsipan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola perusahaan. Sebagai bentuk keseriusan, Pupuk Kaltim juga menggelar seremonial pemusnahan Dokumen Tahun Musnah 2025.
Baca juga: Pupuk Kaltim Raih Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyusutan arsip yang dilakukan secara terencana, terukur, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui pemusnahan arsip yang telah habis masa retensinya, perusahaan memastikan pengelolaan informasi berjalan lebih efektif dan efisien. Langkah itu juga bertujuan menjaga kualitas arsip yang masih memiliki nilai guna administratif, hukum, maupun historis.
"Ini juga menjadi bagian dari kesiapan Pupuk Kaltim dalam mendukung pencapaian akreditasi kearsipan sebagai cerminan mutu tata kelola perusahaan," ujar Purwanto.
Menurut dia, akreditasi kearsipan kini menjadi salah satu fokus perusahaan. Selain mengukur kualitas pengelolaan arsip, akreditasi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
"Melalui akreditasi, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola informasi secara berkelanjutan," katanya.
Sejalan dengan semangat Hari Kearsipan Nasional 2026, Pupuk Kaltim terus mendorong budaya tertib arsip agar semakin mengakar, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.
Penguatan tata kelola arsip dan peningkatan kesadaran publik diharapkan mampu mendukung kinerja sekaligus menjaga memori serta pengetahuan organisasi untuk masa depan.
Baca juga: Pabrik Amonia Tertua PKT Diremajakan, Emisi Karbon Turun 110 Ribu Ton
"Dengan menjadikan arsip sebagai aset strategis, Pupuk Kaltim tidak hanya memperkuat tata kelola perusahaan, tetapi juga berkontribusi membangun budaya informasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," tutur Purwanto.
Direktur Informasi Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa arsip merupakan aset organisasi dengan nilai informasi yang sangat tinggi.
Arsip menjadi bukti autentik atas seluruh aktivitas organisasi dan sumber utama pertanggungjawaban berbagai kebijakan maupun program yang dijalankan.
"Ketika sebuah organisasi ingin menunjukkan apa yang telah dilakukan dan bagaimana program dijalankan, arsip menjadi dasar pertanggungjawabannya," kata Rudi.
Ia mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim yang menempatkan kearsipan sebagai bagian penting dari tata kelola perusahaan. Tidak hanya di lingkungan internal, perusahaan juga aktif mengedukasi masyarakat untuk membangun budaya tertib arsip.
"Ini dapat menjadi contoh bagaimana dunia usaha berkontribusi meningkatkan kesadaran publik bahwa arsip adalah aset sekaligus warisan pengetahuan bagi generasi mendatang," ujar Rudi. (*)
Editor : Redaksi Sanubari