Banyak akun sosmed yang menyebarkan informasi hoax di Bontang

Sosmed Mulai Meresahkan, Agus Haris Perintahkan Ini ke Diskominfo Bontang

avatar Jay Verdade
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris

BONTANG, sanubari.co.id - Media sosial (Medsos) di Kota Bontang kian meresahkan. Beredarnya beragam konten tanpa dasar kebenaran dinilai mulai memicu kegaduhan publik.

Merespons hal tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyiapkan langkah tegas untuk membersihkan akun-akun penyebar disinformasi.

Baca Juga: Berlagak Membela Karyawan Berujung Memeras

Politisi Partai Gerindra ini mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang agar segera menertibkan akun yang kerap menebar kabar bohong dan fitnah.

Langkah ini, kata Agus, esensial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang digital. "Kalau perlu, akun-akun yang meresahkan itu difilter," ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Lebih jauh, Agus mengkhawatirkan dampak disinformasi ini terhadap ekosistem investasi di Kota Taman—julukan Bontang.

"Kepercayaan investor bisa luntur. Kita ingin ekonomi terus tumbuh agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) mandiri. Kalau dibiarkan, dampaknya akan besar," tuturnya.

Oleh sebab itu, Agus mendorong Diskominfo untuk lebih proaktif mengelola informasi di ruang digital. Ia menyarankan adanya kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta para operator platform.

Baca Juga: Agus Haris Blusukan Tengok Tetangga

Kendati demikian, ia menepis anggapan bahwa langkah penertiban ini bertujuan memberangus kebebasan berpendapat.

"Bukan membatasi hak masyarakat untuk bersuara, melainkan memastikan agar media sosial tidak diisi oleh konten pemecah belah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ia menegaskan.

Selain disinformasi yang sepihak, Agus turut menyoroti fenomena penyebaran data pribadi (doxing) yang belakangan terjadi di media sosial.

Baca Juga: MPLS Dimulai, Begini Pesan Neni...

Praktik yang bahkan sampai mengumbar identitas anak-anak ini dinilainya sudah melampaui batas kewajaran. Ia pun mengimbau para korban untuk tak ragu melapor.

Bersamaan dengan itu, Agus meminta aparat kepolisian segera turun tangan mengambil tindakan hukum terhadap akun-akun pelanggar aturan.

"Jika dibiarkan, opini publik akan terganggu dan berpotensi menimbulkan ketidakondusifan. Penanganan konten hoaks dan pelanggaran privasi ini harus terukur dan berkelanjutan agar ruang digital tetap sehat," ucapnya. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Golkar Jatim Panaskan Mesin 2029

SURABAYA,  sanubari.co.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi agenda politik 2029.  Berbagai

Serba Serbi,

ESDM Jatim Dorong Tambang Legal

BANYUWANGI, sanubari.co.id - Puluhan pengusaha tambang mineral bukan logam dan batuan (MBLB) dari kawasan Tapal Kuda berkumpul di aula Kantor UPT Pengelolaan

Serba Serbi,

Wajah Baru Kawasan Kumuh Gresik

GRESIK, sanubari.co.id - Pemerintah terus memacu pengentasan kawasan kumuh lewat pendekatan lintas sektor. Langkah ini pun dinilai telah membuahkan

Serba Serbi,

Festival Ekraf Jatim Dongkrak UMKM

SURABAYA, sanubari.co.id - Produk lokal Jawa Timur kian unjuk gigi. Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata pada ajang Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026

Serba Serbi,

Festival Kopi Hidupkan Kota Lama

SURABAYA, sanubari.co.id – Kawasan Kota Lama Surabaya kembali memancarkan pesonanya. Tak sekadar menjadi destinasi wisata sejarah, kawasan ini kini be