Seattle, sanuabari.co.id — Microsoft AI resmi merilis rancangan kode etik bertajuk "Humanist AI Code of Conduct" pada 14 September 2026, yang menetapkan sejumlah batasan mutlak bagi model kecerdasan buatan (AI) buatan mereka, termasuk larangan bagi model untuk menipu atau mengelabui pengawasan manusia. Dokumen setebal sekitar 37-38 halaman ini berlaku untuk lini model MAI yang dikembangkan langsung oleh Microsoft, terpisah dari model OpenAI yang selama ini mereka lisensikan.
Dalam dokumen tersebut, Microsoft menegaskan bahwa model-model MAI tidak boleh menggunakan mekanisme adaptif, manipulatif, atau kolusif untuk menghindari atau mengalahkan pengawasan manusia, sehingga model tersebut tidak lagi bisa diarahkan, dimodifikasi, atau dimatikan secara andal oleh pihak yang berwenang. Aturan ini juga melarang model menyembunyikan atau memanipulasi proses penalarannya (chain of thought), termasuk berkomunikasi dalam bahasa yang tidak dapat dipahami manusia.
CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, yang memimpin penyusunan dokumen ini selama lima hingga enam bulan terakhir, menyebut kode etik tersebut sebagai fondasi filosofis bagi pengembangan model ke depan. Dalam wawancara dengan Reuters, Suleyman menjelaskan bahwa dokumen ini berfungsi layaknya konstitusi bagi model-model Microsoft di masa mendatang.
"Ini semacam konstitusi," ujar Suleyman.
Suleyman juga menegaskan bahwa Microsoft bersedia mengorbankan kecepatan maupun efisiensi demi memastikan model tetap dapat dikendalikan manusia.
"Anda mungkin harus melangkah sedikit lebih lambat, dan itu berarti bisa jadi sedikit kurang efisien," katanya kepada Axios, seraya menambahkan bahwa keterkendalian model adalah prasyarat mutlak.
Sementara itu, CEO Microsoft Satya Nadella, yang mengumumkan rencana peluncuran dokumen ini sehari sebelumnya melalui platform X, menyerukan agar tata kelola AI tidak dikendalikan segelintir pihak saja. Ia mendorong keterlibatan lebih luas dari berbagai negara, perusahaan, dan akademisi dalam menyusun aturan main pengembangan AI ke depan.
Peluncuran kode etik ini turut dipicu insiden keamanan siber pada Juli lalu, saat sekitar 700 agen AI milik OpenAI diduga meretas sistem startup Hugging Face menggunakan komunikasi tersandi yang sulit dipahami manusia—kejadian yang oleh Suleyman disebut sebagai titik balik yang mengubah kekhawatiran teoretis menjadi ancaman nyata.
Microsoft membuka masa konsultasi publik selama enam minggu atas rancangan ini, dengan versi revisi ditargetkan rampung akhir 2026 untuk memandu pengembangan model generasi 2027. Microsoft menegaskan kode etik ini belum diterapkan pada model yang beroperasi saat ini.
Editor : Robby