Personel Batalyon Arhanud 7/ABC dan Batalyon Kavaleri 8/NW diberangkatkan gunakan KRI Tanjung Kamban

700 Prajurit TNI Dikirim Amankan Perbatasan Indonesia-Malaysia

avatar Michael Fredy Yacob
Personel Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang saat menjalankan apel keberangkatan di markas Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang.
Personel Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang saat menjalankan apel keberangkatan di markas Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang.

BONTANG, sanubari.co.id - Sebanyak 700 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) diberangkatkan untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia pada Senin, 7 September 2026. Ratusan prajurit tersebut bertolak secara serentak melalui Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Pasukan ini merupakan gabungan dari dua satuan tempur. Sebanyak 350 personel berasal dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 7/Agni Bala Cakti (ABC) Bontang, sementara 350 personel lainnya ditugaskan dari Batalyon Kavaleri 8/Narasinga Wiratama yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Sabet TJSLP Award 2025

Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Letnan Kolonel Arh Bayu Adiwisuda, menyebutkan seluruh prajurit diberangkatkan menggunakan satu armada. “Pukul 15.00 Wita mereka berangkat bersama menggunakan kapal perang KRI Tanjung Kambani-971 dari Pelabuhan Loktuan,” kata Bayu.

Keberangkatan ini adalah puncak dari rangkaian persiapan pengamanan perbatasan. Selama masa penyiapan personel di kawasan Bontang Lestari, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut memfasilitasi penyediaan daerah latihan.

Selain dukungan fisik, Pemkot Bontang juga memberikan pembekalan psikologis bagi keluarga dan pasangan prajurit agar mereka lebih siap serta tenang selama masa penugasan.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan komprehensif tersebut, Korps Arhanud TNI Angkatan Darat (AD) menganugerahkan baret dan brevet kehormatan kepada tiga tokoh daerah.

Baca Juga: Sertifikasi Lahan Pemkot Sudah 90 Persen, Pertanahan Bontang Percepat Penyelesaian

Berdasarkan Surat Keputusan Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud, Mayor Jenderal TNI R. Edi Setyawan, penghargaan disematkan kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, dan Head of External Relation PT Indominco Mandiri Hasto Pranowo.

Ketiga penerima dinilai memiliki kontribusi vital dalam menunjang operasi satuan Arhanud di Kalimantan. Bayu menjelaskan, dukungan Pemkot sejak satuan ini berdiri pada 1988 sangat berperan penting.

Termasuk penyediaan fasilitas latihan dari pemerintah daerah dan akses lokasi latihan menembak senjata berat dari sektor swasta.

Baca Juga: Agus Haris Blusukan Tengok Tetangga

"Dukungan ini sangat luar biasa bagi kami dalam menjaga pertahanan udara dan mengamankan objek vital nasional di Kaltim dan Kaltara. Oleh karenanya, kami mengusulkan mereka mendapat predikat warga kehormatan Arhanud," ujar Bayu.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baret dan brevet tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pengikat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, legislatif, dan dunia usaha. Neni menegaskan komitmen Pemkot untuk terus berada di belakang prajurit.

"Kami selalu mendukung tugas-tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara. Mudah-mudahan seluruh prajurit diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalankan tugas," ucap Neni. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Tiga Pukulan, Satu Zaman

Oleh: Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum DPP GAMKI ORDE Baru adalah masa ketika negara memiliki kekuasaan yang sangat besar. Stabilitas menjadi kata