Wilayah Banten dan Lampung paling terdampak sebaran abu vulkanik

Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung, 209 Penerbangan dari Jakarta Terdampak

avatar Robby
Gunung Anak Krakatau (Kementerian ESDM(
Gunung Anak Krakatau (Kementerian ESDM(

Jakarta, sanubari.co.id Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus Level III (Siaga) hingga Senin, 7 September 2026 siang.

Meski erupsi berupa semburan lava (lava fountain) telah berakhir pada Minggu dini hari, gunung api ini kembali erupsi pada Minggu malam pukul 20.23 WIB.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlanjut, Warga Pesisir Lampung dan Banten Waspada

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas kegempaan masih cukup beragam. Sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus sebagai daerah paling terdampak abu vulkanik.

Dampak paling signifikan dirasakan sektor penerbangan. Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara sejak Minggu dini hari.

Keputusan itu diperpanjang beberapa kali sepanjang hari akibat abu vulkanik di area bandara. Penutupan bahkan berlanjut hingga NOTAM A3348/26 yang menyebutkan "AD CLSD DUE TO KRAKATAU VOLCANIC ASH".

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan.

"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," katanya.

Sekitar 209 penerbangan dan lebih dari 22 ribu penumpang terdampak dalam satu periode penutupan saja. Pihak bandara mengaktifkan Service Recovery Activation berupa makanan dan minuman bagi penumpang yang tertahan.

Baca Juga: Badak LNG Bantu Gempa Sigi

Serta meminta calon penumpang mengecek jadwal terbaru melalui maskapai masing-masing. Berbeda dengan sektor udara, layanan penyeberangan di Selat Sunda dilaporkan tetap berjalan normal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi hingga saat ini terus memantau kondisi penyeberangan semua moda transportasi --bukan hanya penerbangan.

"Kami tidak hanya memonitor kondisi penerbangan, tapi kami juga memonitor penyeberangan di Selat Sunda khususnya, di mana saat ini secara operasional penyeberangan masih bisa dilakukan," ujarnya.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menambahkan bahwa kapal telah dilarang berlayar dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Sementara itu, VP Corporate Secretary ASDP, Heru, menyatakan pihaknya membagikan masker kepada penumpang dan terus berkoordinasi dengan BMKG.

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Gempa di NTT Tembus 53 Orang, Bantuan Logistik Mulai Tiba

"Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa," terangnya.

Data ASDP menunjukkan jumlah penumpang justru menurun, dari 32.280 orang pada Jumat menjadi 28.826 orang pada Sabtu.

Sebagian penumpang dari Lampung yang batal terbang akibat penutupan Bandara Radin Inten II kini beralih menggunakan jalur laut menuju Merak, meski arus di Pelabuhan Bakauheni dilaporkan masih lancar.

Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan Kemenhub mengingat kondisi masih dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. (*)

Berita Terbaru

Cerita Kita,

Tiga Pukulan, Satu Zaman

Oleh: Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum DPP GAMKI ORDE Baru adalah masa ketika negara memiliki kekuasaan yang sangat besar. Stabilitas menjadi kata