Tegaskan komitmen dukung pembangunan berkelanjutan Bontang lewat sektor pendidikan, budaya, dan kese

Pupuk Kaltim Sabet TJSLP Award 2025

avatar Michael Fredy Yacob
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat memberikan penghargaan terhadap perwakilan PT PKT Bontang
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat memberikan penghargaan terhadap perwakilan PT PKT Bontang

MAKASSAR, sanubari.co.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menorehkan prestasi dengan menyabet penghargaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Award 2025 dari Pemerintah Kota Bontang.

Penghargaan dedikasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kesehatan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, kepada Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, di The Rinra Hotel Makassar, Kamis, 20 Agustus 2026.

Baca Juga: Sertifikasi Lahan Pemkot Sudah 90 Persen, Pertanahan Bontang Percepat Penyelesaian

Andik menyatakan apresiasi ini menjadi pelecut bagi perusahaan untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat di daerah operasionalnya. 

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus menyelaraskan program perusahaan dengan pembangunan daerah agar dampaknya terasa nyata dan berkelanjutan,” tuturnya.

Di sektor pendidikan, Pupuk Kaltim memiliki program unggulan berupa Beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP). Menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, program ini memberikan pembiayaan penuh sejak jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Selama 18 tahun berjalan, beasiswa ini telah membiayai 545 penerima. Bagi perusahaan, pendidikan bukan sekadar bantuan, melainkan kunci untuk mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing.

Kepedulian tersebut juga menyentuh ranah pelestarian budaya. Pupuk Kaltim rutin menjadi penyokong utama agenda kebudayaan tahunan di Bontang, seperti Erau Pelas Benua Guntung dan Pesta Laut Bontang Kuala.

Menurut Andik, pembangunan tidak melulu menyoal pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga merawat identitas, nilai, serta karakter masyarakat lokal.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Khitan 150 Anak

Sementara itu, pada sektor kesehatan, Pupuk Kaltim menginisiasi program Pencegahan dan Pengendalian Stunting (PEDALGAS). Program ini membidik penguatan kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan.

Intervensi yang dilakukan mencakup pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pelatihan antropometri, pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), hingga operasi timbang serentak.

Tak sekadar mencegah stunting dan menanggulangi tuberkulosis (TBC), perusahaan turut membangun infrastruktur fisik berupa Puskesmas Pembantu di Kelurahan Guntung guna mendekatkan akses layanan kesehatan kepada warga.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengapresiasi kucuran dana tanggung jawab sosial Pupuk Kaltim yang menyentuh angka Rp 45 miliar per tahun.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Sabet Penghargaan Pajak

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan sektor swasta terus diperkuat demi mewujudkan Bontang sebagai kota jasa yang maju.

Meski begitu, Neni tetap menitipkan pesan agar perusahaan terus meningkatkan kinerja lingkungan dan mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal. 

“Sesuai Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan, target minimal penyerapan tenaga kerja lokal adalah 75 persen, dan berpeluang mencapai 100 persen seiring peningkatan kualitas tenaga terampil kita,” kata Neni. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Sarmuji: Qanun Asasi Roh NU

JOMBANG, sanubari.co.id - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menilai Qanun Asasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak semestinya dipahami sebatas aturan dasar