Proses penyelidikan kasus pemerasan dan pencemaran nama baik Adi Sukardi masih proses

Kasus Pemerasan Direktur PT PSE, Saksi Pelapor Sudah Dipanggil

avatar Michael Fredy Yacob
Logo PT PSE
Logo PT PSE

BONTANG, sanubari.co.id - Laporan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran identitas pribadi Direktur PT Prima Solid Energik (PSE), Adi Sukardi yang dilakukan salah satu sosial media di Bontang, masih bergulir.

Polisi sudah memanggil pelapor untuk dimintai keterangan. Dalam kasus ini, tidak hanya pencemaran nama baik yang dialami oleh korban. Tetapi, dugaan tindak pemerasan dan ancaman yang diberikan kepada Adi Sukardi. 

Baca Juga: Karyawan PSE Bantah Gaji Ditahan

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Tim penyidik juga sudah memanggil pelapor untuk memberi keterangan.

Selain pelapor, diungkapkannya, ada beberapa saksi lainnya yang sudah dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. “Kami sudah mengirimkan surat pemanggilan terhadap semua saksi,” katanya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurutnya, hasil dari pemeriksaan saksi nanti, akan diinformasikan kepada penasihat hukum korban. Namun, ia memastikan bahwa kasus tersebut tetap berjalan. Hanya saja, tim penyidik membutuhkan waktu buat bekerja untuk mengungkap pelaku di balik sosmed itu.

Sementara itu, Eko Yulianto, penasihat hukum Adi Sukardi mengakui, surat pemanggilan terhadap kliennya sudah diterima. Seharusnya, pelapor dijadwalkan untuk memberikan keterangan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Sayangnya, kliennya ketika itu berhalangan hadir. Sehingga, dilakukan penjadwalan kembali. “Rencananya dijadwalkan, Senin, 24 Agustus nanti. Semoga tidak ada halangan lagi. Sehingga, klien kami bisa datang untuk memberikan keterangan,” terangnya.

Dirinya pun bersyukur polisi bergerak cepat dalam penanganan kasus yang menimpa kliennya itu. Karena menurutnya, tindakan yang dilakukan dua sosial media tersebut sudah sangat meresahkan. Serta membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Identitas Admin Pemeras Mulai Terbongkar

“Informasi yang diberikan ini tidak sepenuhnya benar. Bahkan, tidak memahami etika dalam memberikan informasi. Jadi, kami ingin kasus ini diusut tuntas. Sehingga, tidak ada lagi orang yang menjadi korban seperti kliennya,” tegasnya.

Belakangan, setelah kasus ini ramai dan dilaporkan ke Polisi, satu akun yang dilaporkan itu mendadak hilang. Yakni Lambe Bontang. Sementara, akun Bontang Hitam masih tetap aktif hingga saat ini.

“Berarti Lambe Bontang paham kalau salah. Jadi melarikan diri. Namun, menghilangnya akun Lambe Bontang, lantas tidak menyurutkan kami untuk mengungkap kasus ini. Kami akan tetap maju sampai dalang di balik kedua akun itu terbongkar,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini bermula saat akun Lambe Bontang dan Bontang Hitam di Instagram mempublikasi terkait dugaan PT PSE tidak memberikan gaji kepada karyawannya. Postingan itu lantas menarik perhatian warganet.

Baca Juga: Berlagak Membela Karyawan Berujung Memeras

Beberapa saat kemudian, nomor tidak dikenal menghubungi Adi Sukardi. Orang yang menghubungi Adi mengaku mengenal admin dari kedua sosmed tersebut. Terduga pelaku itu bilang bisa membantu untuk komunikasi agar postingan tersebut di-takedown.

Hanya saja, agar semua itu bisa diwujudkan, Adi harus memberikan sejumlah uang kepada orang tersebut. Orang itu meminta uang Rp 8 juta. Jika uang itu tidak diberikan, orang itu memberikan ancaman akan memposting identitas Adi.

Betul saja, karena Adi tidak kunjung mengirimkan uang sesuai permintaan orang yang menghubunginya itu, identitas pribadi Adi diposting. Lengkap dengan identitas anak, istri, orang tua serta mertua Adi. (*)

Berita Terbaru

Serba Serbi,

Emil Dardak Daftar Ketua Demokrat

SURABAYA, sanubari.co.id - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi mendaftarkan diri kembali sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Jawa