MALANG, sanubari.co.id - Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim ingin perkuat sektor hortikultura. Tujuannya, untuk menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi daerah. Utamanya di daerah yang selama ini menjadi pusat perkembangan hortikultura.
Komitmen itu, ditegaskan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Kebun itu milik Sukatmiani. Ketika itu, gubernur dua periode ini ditemani Bupati Malang, Sanusi.
Baca juga: Bidik 30 Persen Wisatawan, Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Seribu Event
Baginya, kebun yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun tersebut menyimpan potensi besar. Di sana, Khofifah tak sekadar berkeliling. Ia memetik langsung buah bersisik itu dari pohonnya, lalu mencicipi teksturnya yang renyah dan rasanya yang manis.
Produktivitas kebun ini pun menuai apresiasi. Dengan 450 pohon, kebun milik Sukatmiani mampu menghasilkan 40 hingga 60 kilogram salak setiap pekannya. Angka ini melonjak tajam saat panen raya tiba pada rentang Agustus hingga September.
“Produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal. Permintaan pasar juga terus bertambah, termasuk dari wilayah sekitar Kecamatan Ngantang,” kata Khofifah, Selasa, 14 Juli 2026.
Kendati berkualitas premium, area tanam salak madu di Wonoagung saat ini masih terbatas. Imbasnya, buah ludes dipesan (indent) jauh sebelum masa panen.
Melihat pasar yang potensial dan harga komersial yang tinggi, Khofifah langsung berembuk dengan Bupati Malang, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, serta perangkat desa setempat.
Mereka mendiskusikan langkah strategis untuk memperluas area tanam salak madu di kawasan tersebut. Keberhasilan petani Wonoagung membuktikan bahwa komoditas lokal punya nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola secara profesional.
Baca juga: Khofifah: Pasokan BBM Aman
“Diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta akses pemasaran semakin meningkat,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperkuat sektor pertanian lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan hilirisasi, pengembangan agribisnis, serta perluasan jaringan pemasaran.
Perhatian dari pucuk pimpinan Jawa Timur ini disambut baik oleh Sukatmiani. Ia berharap produksi salaknya bisa terus digenjot seiring dengan meluasnya pasar.
Kepada Khofifah, Sukatmiani mengisahkan awal mula ia membudidayakan buah tersebut. Pengetahuannya ia timba langsung dari para petani di kawasan lereng Gunung Merapi.
Baca juga: Khofifah: Pemprov Jatim Gandeng Australia Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana
“Saya melihat bagaimana cara menanam dan merawat salak di Merapi, kemudian pulang membawa bibitnya dari Desa Turi, Yogyakarta, lalu saya tanam di sini,” tuturnya.
Keberhasilan Sukatmiani tak lepas dari kondisi geografis Desa Wonoagung. Kawasan ini dianugerahi tanah hitam yang sangat subur, menjadikannya rumah yang cocok bagi berbagai tanaman hortikultura.
Selain salak madu, desa di ujung barat Kabupaten Malang ini juga kondang sebagai sentra produksi durian, manggis, dan jeruk unggulan. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob