BONTANG, sanubari.co.id - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperluas upaya penguatan kapasitas petani melalui Program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI). Program ini melibatkan 80 peserta dari berbagai unsur masyarakat di Kota Bontang.
Pelatihan bertajuk "Olah Limbah, Jadi Kompos Lebih Mudah, Panen Berlimpah" tersebut digelar di Gedung Koperasi Karyawan PKT pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca juga: 267 TKA Bekerja di Bontang
Para peserta terdiri atas kelompok tani, petani perempuan, generasi milenial, karang taruna, hingga perwakilan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali teknik mengolah limbah organik menjadi kompos berkualitas dengan memanfaatkan teknologi Biodex.
Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pupuk Kaltim, Sutrisna, mengatakan pelatihan ini merupakan wujud implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendukung ekosistem pertanian berkelanjutan.
“Harapannya, pengetahuan ini dapat diterapkan langsung sehingga mampu mengurangi limbah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan biaya produksi pertanian,” kata Sutrisna.
Menurut dia, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos tak hanya menguntungkan petani secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Semakin banyak warga yang memproduksi kompos secara mandiri, praktik pertanian ramah lingkungan di Bontang akan kian berkembang.
Baca juga: Pupuk Kaltim Gelar Sirnas C
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia meminta peserta tidak sekadar menyerap ilmu untuk diri sendiri, melainkan menularkannya kepada petani lain.
"Saya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di kelompok tani dan wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Akhmad mendorong agar praktik pembuatan kompos ini direplikasi secara luas guna menekan volume limbah kota sekaligus menciptakan sistem pertanian yang produktif dan efisien.
Baca juga: Produksi Pupuk Kaltim Tembus Target
Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kata dia, merupakan kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang Eko Arisandi, serta sejumlah perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Hadir pula perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Bontang dan Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bontang Lestari, Essy Lusiana.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (*)
Editor : Michael Fredy Yacob