Jakarta, sanubari.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan resmi agar orangtua memberikan vaksin influenza secara rutin setiap tahun kepada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun dan memiliki kondisi kesehatan penyerta. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menghadapi musim hujan dan potensi lonjakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap terjadi pada pergantian musim.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menegaskan bahwa virus influenza mengalami mutasi genetik setiap tahunnya, sehingga kekebalan tubuh dari vaksinasi tahun sebelumnya tidak lagi efektif sepenuhnya.
"Vaksinasi influenza harus dilakukan setahun sekali karena strain virus selalu berubah. Bagi anak-anak, ini bukan sekadar mencegah flu biasa, melainkan melindungi mereka dari komplikasi serius seperti pneumonia dan rawat inap," ujar Maxi dalam konferensi pers di Jakarta.
Data surveilans penyakit menular menunjukkan bahwa kelompok usia balita menyumbang proporsi tertinggi kasus influenza berat yang memerlukan perawatan intensif. Oleh karena itu, imunisasi ini menjadi prioritas dalam program pencegahan primer nasional.
Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), menambahkan bahwa efek samping vaksin influenza sangat minim dan jauh lebih aman dibandingkan risiko infeksi alami.
"Reaksi lokal seperti nyeri atau demam ringan bersifat sementara. Manfaat perlindungan jangka panjang terhadap gangguan tumbuh kembang akibat sakit berulang jauh lebih besar," jelasnya.
Pemerintah saat ini tengah memperluas akses vaksin influenza melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan. Beberapa daerah juga telah mengintegrasikan vaksin ini dalam paket layanan kesehatan anak gratis atau bersubsidi.
Orangtua disarankan berkonsultasi dengan dokter anak untuk menentukan jadwal vaksinasi yang tepat, mengingat komposisi vaksin diperbarui setiap tahun sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan cakupan vaksinasi yang luas, diharapkan angka penderita dan kematian akibat influenza pada anak dapat ditekan secara signifikan menjelang puncak musim penghujan.
Editor : Robby